oleh

Diduga Pungli, Prona Desa Disanah Kecamatan Sreseh,Warga Keluhkan Pungutan Biaya Pembuatan Sertifikat

SAMPANG, Bratapos.com – Prona adalah Proyek Operasi Nasional Agraria, yaitu legalisasi aset tanah atau proses administrasi pertanahan mulai dari adjudikasi, pandaftaran tanah, hingga penerbitan sertifikat tanah. Program Prona diselenggarakan secara nasional oleh Kantor Pertanahan/BPN.

Program ini diselenggarakan dengan tujuan mempercepat pemenuhan hak dasar rakyat agar mendapat kepastian hukum kepemilikan tanah.

Sementara untuk sasaran dari Program Prona adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah dengan kriteria antara lain pekerja dengan penghasilan tidak tetap seperti petani, nelayan, pedagang dan buruh musiman, serta lain-lain mereka yang berpenghasilan tetap seperti pegawai swasta bergaji UMR, veteran dan sebagainya.

Peserta Program Prona dibebaskan dari komponen biaya pengukuran bidang tanah, pemeriksaan tanah, pengesahan data fisik dan penerbitan sertipikat yang sudah ditanggung oleh Pemerintah melalui DIPA APBN Kementerian Agaria dan Tata Ruang.

Namun berbeda dengan apa yang terjadi di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh diduga Pungli di balik kepengurusan prona yang di lakukan oleh Oknum yang tak bertanggung jawab.

Dalam hal ini HL (warga) adukan adanya pungli lewat dari rekaman pembicaraan antar HL dan Oknum tersebut, terkait prona pada pewarta. “Untuk pertama, saya diminta Rp.750,000 dan setelah sertifikat sudah jadi diminta lagi Rp.750.000,” katanya.

Namun lanjut HL sekarang keadaan sulit saya hanya punya uang Rp. 500.000. “Dengan adanya uang segitu, iya gak apa-apa kalau memang untuk pertama kalinya udah bayar Rp. 750.000” ujarnya menirukan saat oknum tersebut mau menerima uang Rp. 500.000 (pembayaran kedua).

Dengan adanya aduan Ini, Pewarta mencoba untuk menghubungi perangkat desa melalui Telepon selulernya, namun tidak ada tanggapan. Bukan tidak cukup disitu, kami pewarta juga menghubungi Kades Disanah yang bernama Siben. Saat kami konfirmasi melalui via WA, (whatshap) dia mengatakan.

“Itu saya siap bos. Kerena kenyataan tidak seperti itu. Dan tolong ya, biar semuanya get yang menyatakan seperti itu dicantumkan biar ada yang bertanggung jawab oke,” atanya saat kami konfirmasi melalui via Whatsap.

“Oke siap bapak bos? Udah itu aja, dan sekali lagi biar sama-sama enak dan sekali lagi, cantumkan ya, yang memberi info seperti itu, biar semuanya jellas dan get oke,” ujarnya memaksa untuk mengatahui Nara sumber/korban.

“Dan kalau pean ada waktu besok ke rumah silaturahim sekali Gus klarifikasi biar tahu yang sebenar-benarnya oke bapak,” tambahnya Kades Disanah Kecamatan Sreseh. Bersambung…….

Reporter : Fara/Red/tim
Editor : Riyan
Publish : Jamal

REKOMENDASI UNTUK ANDA