oleh

Dawet Ireng Bu Prapti Tak Hanya Menyegarkan Tapi Juga Menyehatkan

PATI, Bratapos.com – Dawet ireng khas Purworejo pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada tahun 1950 an. Awalnya ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk dijual ke para petani ketika musim panen. Kini Wagiman salah satu keturunannya yang buka di jembatan Butuh Purworejo membuat dawet ireng menjadi terkenal dan digemari di seantero jagat.

Prapti seorang wanita tangguh asal Purworejo yang sudah lama menjadi menjadi warga Pati, mulai memperkenalkan dawet ireng di Pati sejak tahun 2008. Dengan usaha kerasnya yang tak mengenal kata menyerah, kini Prapti berhasil memiliki 9 warung yang berada di depan Stadion Joyokusumo, Plaza Pragolo, Jolong, Trangkil, Setia Mart, depan RS. Mitra Bangsa, depan Garuda, Plangitan, dan di Jalan Pati-Tlogowungu Km 3 dekat SMKN Jateng.

Saat tim media menanyakan bahan pewarna pada dawet, Prapti menjelaskan, ”Warna hitam pada dawet ireng diperoleh dari abu bakar jerami yang dicampur dengan air sehingga menghasilkan air berwarna hitam. Air itu kemudian digunakan sebagai pewarna dawet, yang artinya warna hitam itu menggunakan bahan pewarna alami.”

“Selain membuat rasanya enak dan lembut di lidah, penggunaan merang di dalam dawet ini juga punya khasiat sendiri untuk kesehatan. Merang bisa meredakan panas dalam hingga melancarkan pencernaan,” imbuh Prapti.

Dawet yang alami nan segar dengan kuah santan menjadi tambah mantap saat dituang gula merah cair dan es batu. Ada juga yang suka menambahkan potongan nangka dan tape ketan. Harganya pun tergolong sangat murah mulai Rp. 3000,- sampai Rp. 5000,-. Prapti juga menyediakan lotek, rujak, nasi bungkus dan aneka gorengan yang pas disantap sebelum menikmati segarnya es dawet ireng.

Dian salah satu pelanggan sejak 2008 saat diwawancarai tim Bratapos di warung dawet ireng yang berada di Jalan Pati-Tlogowungu, mengaku ia dan keluarganya sangat menyukai es dawet ireng, menurutnya es dawet ireng itu sesuatu banget. Pada kesempatan yang sama Enji dan Arum yang juga pelanggan tetap, sama-sama berpendapat, lotek, rujak, dan dawet ireng bu Prapti sangat pas di lidah.

Reporter: Win/Sin
Editor/Publisher: Arta

REKOMENDASI UNTUK ANDA