oleh

Sebut “Media Tak Penting” Mantan Kabag Humas Pemkab Jadi Bahan Gunjingan

SITUBONDO, Bratapos.com- Dilansir dari berita Asosiasi Pewarta Situbondo (APSI) saat jurnalisnya yang juga menjabat sebagai ketua, Frangky Hendra Istiawan meminta klarifikasi via telpon kepada H. Imam Hidayat, mantan Kabag Humas tentang tudingan ketua LPK tapal kuda Deny Rico, terkait penggunaan anggaran Publikasi dan Pencitraan Pemkab Situbondo, terlontar kata yang tak patut bahkan perkataan tersebut berpotensi mendiskriditkan, merendahkan dan memberikan citra buruk terhadap media Pers termasuk profesi jurnalis didalamnya, Jum’at (28/08/2020).

“Terserah mas, saya tidak urus dengan media yang tidak penting, silahkan di perjelas saja apa dan tentang kesalahan saya terkait perihal tersebut,”ungkapnya

dalam percakapan via telepon selulernya imam dengan jurnalis APSI Frangky.

Bahkan menurut Frangky, mantan Kabag Humas tersebut dalam percakapannya, telah menyebut salah satu media yang memberitakan pertama kali tudingan Deny, yakni media ‘AN’ sebagai media tidak jelas.

“Saya ada rekamannya kok mas, malah ketika saya tanyakan, tanggapannya terhadap pemberitaan salah satu media online ‘AN’, Imam menyebutkan sebagai media tidak jelas,”Ujar Frangky, menyayangkan pernyataan tersebut, Sabtu (29/08/2020).

“Memang yang ditujukan pada salah satu media, akan tetapi dengan mencatut nama media kan mengarah ke semua media yang ada di Situbondo,”Sambung Frangky lagi.

Frangky juga menambahkan ada ketidak adilan perlakuan Pemkab melalui corongnya Humas terhadap Media termasuk pekerja Media/Pers didalamnya, ada tebang pilih dari dulu hingga sekarang.

Jangankan humas yang lama, humas yang sekarangpun hanya kelompok media tertentu yang dijadikan pedoman sehingga seperti Media saya, sampean dan lain lain tidak dihiraukan yang ada cuma mereka,” sesal Frangky lagi.

LPK Situbondo, Deni Rico, menyayangkan pernyataan tersebut, menurutnya tidak sepantasnya pejabat pemerintah sekelas Kabag melontarkan statement seperti itu, mestinya fokus kepada apa yang menjadi permasalahan dugaan penyalahgunaan dana publikasi Pemkab Situbondo yang disorot LPK.

“Ini kan bukan hal sepele dan main-main, semestinya Imam mengklarifikasi bukan malah tidak merespon dan menyalahkan Media, saya tidak mengerti apa yang merasuki mantan Kabag Humas Situbondo,”tambahnya Deny.

Sementara itu dihubungi via phone seluler mantan Kabag Humas Pemkab Situbondo mengatakan lupa, bahwa dirinya pernah mengatakan yang dimaksud. “Yang mana ya mas sepertinya saya tidak mengatakan seperti itu,”ujar Imam.

Imam juga menegaskan terkait tuduhan LPK untuk melaporkannya ke APH, jika memang menemukan penyimpangan dalam LKPJ 2019, Pungkasnya.

Reporter : Afree

Editor/Publisher :Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA