oleh

Wakil Wali Kota Probolinggo, “Pejabat Baru Jangan Larut Dalam Euforia

PROBOLINGGO, Bratapos.com- Wakil Wali Kota Probolinggo, Moch. Soufis Subri, kini resmi melantik tiga pejabat baru eselon 2 dan 3 diwilayah lingkungan Pemerintahan Kota Probolinggo, Jum’at 28 Agustus 2020 siang, dua dari tiga posisi jabatan tersebut merupakan hasil assesment yang sudah dilaksanakan dalam beberapa waktu lalu.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Probolinggo, dengan Nomor 821.2/384/ 425.203/2020 tanggal 28 Agustus 2020, tentang pengangkatan ketiga pejabat yang mengambil sumpah atas jabatan adalah, Fitriawati yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I pada Inspektorat menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), posisi ini sudah ditinggalkan Gatot Wahyudi karena sudah pensiun.

Kemudian Kabag Perekonomian dan Pembangunan, Wawan Soegyantono menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Sedangkan Heri Astuti menjabat Sekretaris BPPKAD, sekaligus Plt BPPKAD menggantikan posisi Wawan yang sebagai Kabag Perekonomian dan Pembangunan.

Pelantikan yang disaksikan secara virtual oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dilaksanakan di Command Center. Wawali Subri yang mewakili Wali Kota, Hadi Zainal Abidin, didampingi Sekda Drg Ninik Ira Wibawati dan Asisten Administrasi Umum Budi Wirawan.

Dalam sambutannya, Wawali Subri menegaskan, bahwa mutasi jabatan bukan hanya berorientasi pada kepentingan kepala daerah semata tapi orientasi juga untuk kepentingan Masyarakat kota Probolinggo.

“Jabatan baru bukan berarti yang terbaik buat kita, sesungguhnya yang terbaik itu adalah apabila bisa membuktikan amanah yang kita emban,”tegasnya.

Citra Pemerintah Kota Probolinggo akan sangat banyak ditentukan oleh kinerja dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Menurut wawali, perlu disadari dan dipahami bahwa tugas tiap OPD akan semakin berat terkait pengelolaan keuangan anggaran serta perekonomian. Untuk itu, wawali meminta pejabat baru jangan larut dalam euforia tetapi harus menunjukkan apa yang menjadi program kerja ke depan.

“Ini hasil dari assessment. (Pejabat baru) Punya background kuat di bidangnya, hasil tes paling baik dan punya pengalaman. Untuk posisi jabatan yang kosong (masih diisi Plt) segera disesuaikan dan dilengkapi karena tidak mudah cari orang tepat. Tuntutan right man in the right place ini susah maka tim yang dikomandoi bu sekda terus bergerak,”Ungkap Wawali Subri, saat ditemui media usai pelantikan.

Pada kesempatan itu, Wawali Subri juga menjawab pertanyaan media terkait pencopotan jabatan kepada Staf Ahli Tutang Heru Aribowo. Pasalnya, ada proses yang tidak bisa disampaikan kepada Masyarakat luas terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat tersebut.

Bapak Wali Kota bersama tim punya acuan yang sudah terukur, kepala daerah dimanapun tidak akan mengambil keputusan gegabah, tentu ada yang dipertimbangkan, tidak bisa kami sampaikan pada publik (pelanggaran yang dilakukan). Ingat ya, foto yang beredar di medsos (Tutang dengan mantan wali kota) tidak akan menjadi obyek, persoalan politik juga tidak,”Tegas Subri.

Intinya, lanjut Wawali Subri, wali kota punya kewenangan menentukan mana personil yang pas atau tidak pas, jika pejabat tersebut akan menempuh jalur PTUN, wawali pun mempersilahkan dan Pemkot sudah siap menghadapi tuntutan,”Pungkasnya.

Reporter: Saiful Mustofa

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA