oleh

Pemotongan Dengan Dalih Buat Kas Forum, Dana Insentif Non PNS Pendamping PLKB Dipertanyakan

SAMPANG, BrataPos.com – Ditengah bencana wabah covid 19, rencana program pemerintah banyak yang dialihkan untuk penanganan covid 19. Tetapi dalam situasi pandemi ini, banyak juga yang mengambil keuntungan untuk memenuhi isi kantong pribadi.

Salah satu program pemerintah yang sudah direncakan yakni kegiatan miniloka karya desa di kantor Dinas keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DKBPPPA) kabupaten sampang.

Anggaran kegiatan tersebut dialihkan sebagai tambahan honor insentif covid 19 bagi pendamping lapangan keluarga berencana (PLKB) Non PNS.

Tambahan honor insentif covid 19 tersebut jumlahnya variatif, tergantung dari latar belakang pendidikannya masing masing. Jika status pendidikannya tinggi maka tambahan honor insentifnya juga tinggi kecuali yang ber ijazah sekolah menengah atas (SMA).

Berdasarkan informasi yang diterima oleh bratapos.com honor insentif covid 19 yang diterima oleh PLKB selama dua bulan ternyata disama ratakan tanpa melihat status pendidikan. Meski proses pencairannya melalui rekening masing – masing, tetapi ada pesan agar kelebihan uang yang masuk dalam rekening dititipkan melalui koordinator masing – masing kecamatan dengan alasan untuk di masukkan ke kas forum.

“Bagi kami ini tidak adil, karena selama ini kami yang bekerja sebagai honor dapat gaji pas pasan dan setelah dapat honor tambahan covid 19 selama dua bulan gaji kami dikurangi,” ujar narasumber terpercaya bratapos.com.

Sementara sekretaris DKBPPPA kabupaten Sampang Sutrisno membantah adanya pemotongan honor bagi PLKB tersebut. Sebab semua honor melalui masing – masing rekening.

“Saya kira gak ada mas, karena pencairannya melalui rekening masing – masing. Jadi gak ada pemotongan sama sekali mas” Dalihnya Selasa
(11/08/2020).

Namun ada pengakuan dari Irwanto Seketaris/ pengurus forum tersebut, memang ada pemotongan berdalih sudah ada kesepakatan antar anggota.

“Memang betul, namun karena perjuangan kita perlu dana besar, jadi kita mau di samakan karena kita tidak mau dana tersebut di liat dari jenjang pendidikan, dan kita samakan semua,” katanya.

“Tapi kesepakatan kita hanya sebatas omongan, tidak tertulis, memang saya lupa tidak membuat secara tertulis dan itu kesalahan saya,” akunya pada baratapos.com. “Dan semua itu masuk di kas forum,” dalihnya.

Perlu diketahui info yang terhimpun bratapos.com dana yang tersunat dengan dalih sebagai uang kas forum, jenjang Pendidikan SMA : tanpa di potong karena nilainya paling kecil, Sarjana Muda (D2/D3) : Rp 362.000, Sarjana (S1) : Rp 738.000 dan Sarjana (SII) : Rp 1.000.000. Pemotongan tersebut tidak dasar yang bisa di pertanggung jawabkan.

Setelah diketahui oleh awak media Forum tersebut bergegas membuat surat pernyataan, yang tertulis. Info yang bratapos.com dapatkan dari sumber terpecaya, surat kesepakatan yang dibuat dadakan tertanggal pada saat pemotongan tanggal (3/08/2020). Namun perlu juga diketahui surat pernyataan tersebut di buat saat setelahnya bratapos.com konfirmasi kemarin (26/08/2020).

Reporter : Fara
Publish : Jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA