oleh

Bupati Dan Forkompimda Klaten, Resmikan Obyek Wisata “Tirto Sendang Sinongko”

KLATEN, Bratapos.com – Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani meresmikan Wisata Tirto Sendang Sinongko, di Desa Pokak, Kecamatan Ceper-Klaten.

Peresmian ditandai dengan penebaran benih ikan di komplek sendang Sinongko, yang dilakukan oleh Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani, yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Indah Juanita dan Forkopimda Klaten.

Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani mengungkapkan, Sendang Tirto Sinongko sendiri bagi warga klaten sudah menjadi daya tarik tersendiri. Setiap tahunnya selalu diadakan event atau tradisi desa setempat, untuk menarik minat dan perhatian ratusan warga dari berbagai daerah diluar Kabupaten Klaten, untuk berbondong-bondong mendatangi Obyek wisata sendang Tirto Sinongko.

“Tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya ini sudah menjadi daya tarik warga masyarakat di wilayah Kecamatan Ceper dan sekitarnya. Tentunya dengan tetap mempertahankan tradisi kearifan lokal.

kedepannya pemkab klaten, akan mendukung penuh untuk pengembangan terhadap obyek wisata sendang Sinongko, yang saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, ”ungkap Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menambahkan, kedepannya, event tradisi yang saat ini masih menjadi event tingkat desa Pokak ini, akan dimasukkan dalam event kabupaten klaten. Terkait tradisi tetap mengikuti peraturan pemerintah, dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Nantinya event ini bisa dimasukkan dalan event kabupaten klaten. Terkait tradisi, walaupun di masa pandemi, penyembelihan hewan kambing tetap ada dan dilaksanakan, sudah pagi tadi, sedangkan untuk tradisi-tradisi yang lainnya tidak diselenggarakan.

Terkait pembukaan wisata di tengah pandemi ini, bupati menegaskan jika hingga saat ini, wisata air belum diperbolehkan buka, namun selain wisata air, sudah diperbolehkan dengan syarat wajib menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Wisata air belum boleh buka, guna meminimalisir penyebaran Covid-19 lewat droplet dan terbawa oleh air. Untuk obyek wisata yang lainnya sudah diperbolehkan buka dengan syarat wajib melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat”, tambah Bupati Klaten.

Sementara itu, Direktur BUMDes Desa Pokak, Wahyu Adi Dermawan memaparkan nantinya, obyek wisata ini akan dijadikan destinasi wisata yang terintegrasi yang dikelola oleh BUMDes. Retribusi nantinya masuk kas desa sebagai pendapatan asli desa (PAD) Pokak.

Kita tidak mengetahui sampai kapan dana desa akan terus dikucurkan, untuk itu kami dari Bumdes maupun dari Pemdes Pokak harus menyiapkan diri untuk melakukan pembangunan dengan pembiayaan mandiri, ”papar Wahyu.

Berbagai respon positif bermunculan, baik dari warga masyarakat, hingga respon positif dari Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Indah Juanita, optimis obyek wisata Sendang Sinongko akan berkembang baik dan pesat. Nantinya bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur yang ingin ke keraton Solo bisa mampir ke berbagai wisata yang berada di Kabupaten Klaten.” tutur Indah Juanita.

Kini wisata Sendang Sinongko tidak hanya fokus pada wisata air saja, namun sudah mempersiapkan berbagai wahana wisata, baik tempat bermain, kuliner, serta tempat berselfi dengan Replika Istana Negara dan Candi Ratu Boko.

Reporter: Purwanto
Editor: Arta
Publisher: Ariefin

REKOMENDASI UNTUK ANDA