oleh

Kasus Pembuangan Limbah Kotoran Babi Kesungai, “Tipidter Polres Malang” Segera Panggil DLH

MALANG, BrataPos.com – Kasus pembuangan limbah kotoran babi ke aliran sungai yang membuat masyarakat resah menghirup bau tak sedap setiap hari semakin memanas. Pasalnya, pihak terkait disinyalir tutup mata. Khususnya DLH Kabupaten Malang irit berkomentar.

Peternak Babi yang bernama “UD BISA” yang berlokasi di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang akhirnya mendapat respon yang serius dari unit Tipidter Polres Malang.

Ibda Khoirul Mustofa, Kanit Tipidter Polres Malang ketika ditanya oleh wartawan tentang responnya tentang kasus limbah ini. Yang jelas tetap jalan. Penyidik terus bekerja.

“Nanti saya undang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang untuk diperiksa. Selain DLH kami jadwalkan pekan depan untuk undang dinas terkait tentang ijin-ijinnya yang dimiliki oleh perusahaan peternak babi,” tegasnya, Rabu (19/8/2020).

Saat bratapos.com konfirmasi melalui telfon seluler dan wa (whats app) Camat Kepanjen Abai Saleh mengatakan, sesuai dengan yang pernah jenengan sampaikan ke kami sebelumnya. Kami koordinasi dengan Sat Pol PP, kelurarahsn, Babinsa, Bimaspol dan Kasi Trantib Kecamatan. Yang jelas sudah cek ke lapangan.

“Dalam waktu dekat Muspika Kepanjen akan agendakan dengan satpol PP dan dinas terkait lainnya, termasuk pemilik pengusaha akan kami agendakan untuk memhas hal tersebut,” jelasnya. Kamis (20/8/2020).

Saat ditanya oleh wartawan tentang ijin-ijinnya camat akan koordinasikan dengan dinas terkait dan mengecek berita acara yang dibuat oleh Satpol PP dan pernyataan dari masyarakat.

Sementara Budi Iswoyo kepala dinas LH Kabupaten Malang Kamis (20/08/2020) pagi, saat dikonfirmasi irit komentar bahkan enggan respon pertanyaan wartawan. Ada apa dengan DLH Kabupaten?. Disinyalir tutup mata. Bersambung…..

Reporter : nan/zen
Editor/Publish : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA