oleh

Tempati “Alas Burno Siti Sundari” Untuk Detik Proklamasi Kemerdekaan Bersama

LUMAJANG, Bratapos.com- Di tengah situasi pandemi corona, perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustusan pastinya digelar dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada perayaan pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan dengan penuh kemeriahan, maka pada tahun ini, untuk Masyarakat harus menahan diri agar tidak menciptakan kerumunan banyak orang.

Meski begitu, pemerintah sudah mempunyai rencana sendiri agar HUT Kemerdekaan RI tetap diperingati semua orang.

Seperti halnya pada peringatan detik-detik Proklamasi Senin (17/8/2020), Pemerintah Indonesia meminta Masyarakat untuk menghentikan sejenak aktivitasnya. Tepat pukul 10.17 Wib, hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno melalui Channel Youtube Kesekretariatan kepresidenan. Selain itu dirinya juga menjelaskan, selain menghentikan aktivitas selama 3 menit, Masyarakat juga diminta untuk berdiri dan mengambil sikap sempurna sebagai bentuk penghormatan kepada detik-detik Proklamasi.

Agar peringatan moment bersejarah bagi Bangsa Indonesia dimasa pandemi terus terlaksana, Ikatan Wartawan Lumajang (IWL) menggandeng sejumlah komunitas ke Masyarakatan, semisal LSM Wiraraja Squad, LSM Laskar Nusantara, dan Komunitas Serangga, untuk menggelar peringatan hari Proklamasi yang bertempatkan di lokasi Siti Sundari alas Burno, Dusun Karang Anyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa timur.

Sebelum pelaksanaan perayaan detik-detik Proklamasi tepat pada pukul 10.17 Wib, seluruh anggota IWL beserta para anggota Komunitas lainnya, melakukan sosialisasi kepada para pengunjung yang hadir dan juga Masyarakat sekitar agar aktifitasnya berhenti sejenak, demi memberikan penghormatan pada saat waktu detik-detik Proklamasi.

Tepat pukul: 10.17 Wib, suara sirine terdengar dari salah satu mobil oprasional milik komunitas, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi yang dibacakan oleh Vendik MTL, atau yang akrab dengan panggilan Pepeng selaku Ketua LSM Wiraraja Squad Lumajang, usai pembacaan teks Proklamasi dilanjutkan dengan acara memberikan penghormatan kepada sang saka Merah Putih dengan di iringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Perayaan hari Proklamasi yang digelar dengan kesederhanaan dan bisa dibilang spontanitas, karena tanpa dilakukan aksi perencanaan yang lama dan matang pada hari – hari sebelumnya, namun terbilang cukup sukses, kepedulian Masyarakat setempat dan pengunjung yang mungkin hanya sekedar berlibur bersama keluarga sangat khidmad saat mengikuti prosesi acara tersebut.

Usai acara dilaksanakan, Pepeng Ketua LSM Wiraraja Squad menjelaskan kepada beberapa awak media yang tergabung dalam IWL, bahwa kondisi pandemi tidak akan menyurutkan baginya untuk tetap memupuk jiwa Nasionalis, bersama membangun Indonesia yang lebih maju.

“Semangat pejuang perebut kemerdekaan terdahulu, adalah contoh nyata untuk kita meneruskan semangat perjuangannya dalam memelihara dan membangun Bangsa ini, agar terus maju, dan saat ini kita harus bersemangat dan bersatu untuk melawan virus Corona dengan mengikuti anjuran pemerintah guna memutus mata rantai penyebarannya,”Ujarnya. Senin (17/8/2020).

Sementara itu, menurut Ketua IWL, Basori, atau yang sering dijuluki dengan panggilan Romo Basori, pada kesempatan tersebut dirinya menjelaskan, bahwa penempatan perayaan hari Proklamasi di lokasi Siti Sundari Alas Burno, Dusun Karang Anyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, bukan tidak memiliki alasan. Akan tetapi lebih jauhnya lagi pihaknya juga menjelaskan, seperti yang diketahui bersama, bahwa sebagian besar warga Dusun Karang Anyar, pernah menyampaikan kepada sejumlah media terkait keluhannya atas penekanan pihak-pihak tertentu, rencana tukar guling atas lahan dan rumah yang ditempatinya sejak mulai turun temurun, sehingga mengakibatkan warga tersebut merasa hidup dalam penjajahan meski Bangsa ini sudah merdeka.

“Seperti yang pernah kita ketahui bersama, atas keluhan warga Dusun Karang Anyar, Desa Burno, setelah adanya rencana tukar guling atas lahan dan rumah mereka yang sudah ditempatinya jauh sebelum tahun kemerdekaan, warga pernah menyatakan bahwa meski Bangsa ini sudah merdeka, namun mereka merasa hidup dalam penjajahan, dan dengan perayaan hari kemerdekaan RI yang kita lokasikan di Siti Sundari Alas Burno, saya berharap dapat membuka mata hati semua pihak, bahwa kemerdekaan ini adalah milik seluruh warga Negara Indonesia”,Pungkasnya.

Reporter: Tim

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA