oleh

Terbukti Sarang Maksiat: Hendri Dumanter Tampubolon Angkat Bicara

Deli Serdang, Bratapos.com- Berita terkait Hotel Deli Indah sebagai sarang maksiat menimbulkan polemik yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Terhadap pemberitaan lanjutan yang diterbitkan oleh Bratapos tanggal 7 Agustus 2020 yang berjudul “Hendri Dumanter Tampubolon Yang Berbohong Ataukah BNN Deli Serdang..?” menuai pro dan kontra dari segala elemen masyarakat. Hingga hal ini mengharuskan Hendri Dumanter Tampubolon sebagai pemilik Hotel Deli Indah angkat bicara.

Setelah Aris Merdeka Sirait Mengeluarkan statement dalam pemberitaan yang dikutip dari media online WARTALIKA.id yaitu, Aris: Menemukan Bukti-bukti Hotel Deli Indah Patut Ditutup. Dalam Berita yang diterbitkan tertanggal 8 Agustus 2020 tersebut menerangkan bahwa “Demi kepentingan terbaik dan anak bebas dari eksploitasi seksual komersial dan narkoba, jika Tim Litigasi dan Advokasi Terpadu Komnas Anak menemukan bukti-bukti petunjuk, Hotel Deli Indah patut ditutup,” ujar Ketua Umum Komnas PA, Aris Merdeka Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2020). “Untuk itu demi penyelamatan anak, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan anak merekomendasi hotel Deli Indah harus ditutup dan segera mengevakuasi anak sebagai korban,” kata Aris. Tim Litigasi yang melibatkan peran serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Utara akan merekomendasi kepada Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten Deli Serdang untuk segera menutup Hotel Deli Indah. “Bagi Komnas Perlindungan Anak tidak ada kompromi terhadap perbudakan Seks anak,” tegas Aris Merdeka seperti dikutip dalam berita WARTALIKA.id.

Demi penyelamatan anak, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan anak merekomendasi hotel Deli Indah harus ditutup….!

Hendri Dumanter Tampubolon akhirnya mulai angkat bicara, dimana Hendri Dumanter Tampubolon yang notabene sebagai Wakil Rakyat anggota DPRD Deli Serdang yang seharusnya mengayomi kebaikan dan kebajikan justru sebaliknya, sebagai pemilik Hotel Deli Indah kasus yang dituduhkan kepada Dumanter, telah melakukan dugaan eksploitasi anak dan Perdagangan Wanita sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK_red) serta menyediakan tempat sebagai sarang peredaran Narkoba tidak menerima semua fakta dan data yang diberikan.

Saat BNN Razia Di Hotel dan Discotique Deli Indah

Menurut Hendri Dumanter dikutip dari percakapan whatsapp nya menuliskan “Pertama, berita tersebut tidak benar. Kedua,nama-nama pegawai yang anda maksud tidak ada tercatat sebagai pegawai di deli indah malah saya tidak pernah mendengar nama tersebut (Dwi silaen,Lutfi,andre dan handoko). Ketiga, waria (andre_red) yang anda maksud juga tidak saya kenal dan tidak ada pegawai di deli indah yang waria. Keempat,saya sangat melarang keras peredaran narkoba di lingkungan deli indah, malah dibeberapa titik kita buat larangan membawa dan mengunakan narkoba di lingkungan deli indah. kalo ada pegawai yang terlibat atau menggunakannya akan langsung pemecatan.makanya seperti anda bilang pada saat razia BNN tidak ditemukan narkoba disini. Kelima,saya juga tidak pernah mengizinkan ada pegawai saya terlibat prostitusi anak..malah seperti istilah anda (sebutkan_red perbudakan, ini tuduhan yang serius…malah kalau ada yang terlibat akan saya pecat.saya minta anda memakai data yang valid agar terhindar dari menyebarkan berita bohong (UU ITE).thanks” terang Hendri Dumanter Tampubolon secara panjang lebar.

kami berhasil mengamankan 23 orang positif Narkoba dan 1 orang pemilik narkoba disaat razia dihotel Deli Indah berkasnya sudah dilimpahkan kejaksaan, narkotika jenis Ekstasi 20 butir

Saat dipertanyakan bukti foto penangkapan pada waktu razia yang dilakukan oleh BNN di hotel Deli Indah pada bulan Desember 2019 dimana ditemukan 20 butir pil ekstasi dan 24 orang pengunjung positif menggunakan narkoba, Hendri Dumanter Tampubolon menjawab “Bukan…foto diatas belum tentu ada di deli indah..karna sehabis razia dulu tidak ada pemberitahuan dari BNN bahwa ada yang positif …”. kilah Hendri Dumanter Tampubolon

Sedangkan pihak BNN menjawab dengan tegas ” Benar… waktu itu (Desember 2019_red) kami berhasil mengamankan 23 orang positif Narkoba dan 1 orang pemilik narkoba disaat razia dihotel Deli Indah berkasnya sudah dilimpahkan kejaksaan, narkotika jenis Ekstasi 20 butir” terang kompol Hendro dan Warianto dari BNN.

Video salah satu bukti ada PSK yang disediakan di Hotel Deli Indah dengan harga bookingan Rp.350.000,-/ Short time

Hendri Dumanter sendiri mengelak jika hotel tersebut sarang prostitusi anak atau perbudakan wanita dibawah umur sebagai Pekerja Seks Komersil dengan menerangkan “Ini merupakan tuduhan yang serius dan harus bapak buktikan nantinya..saya merasa sangat dirugikan dengan tuduhan yang tampa bukti” menurut Hendri Dumanter Tampubolon. Namun saat disodorkan video investigasi kejadian transaksi yang berada dalam kamar hotel Deli Indah, dimana team Bratapos.com melakukan pemesanan PSK dibawah umur terlihat jelas beberapa wanita dicoba dihubungi oleh pihak hotel dan berhasil mendatangkan 2 orang PSK. Hingga dipancing melakukan transaksi harga bookingan pelayanan syahwat didalam hotel Deli Indah. Hendri Dumanter Tampubolon sebagai pemilik hotel Deli Indah tak berani membantah video yang sebagai bukti terhadap tuduhan yang ditujukan padanya.

Reporter : Team Bratapos Sumut

Publisher ; Said

REKOMENDASI UNTUK ANDA