oleh

Penimbunan Pelabuhan Tahap I di Nisel Berbiaya Rp 12,3 M Dituding Mark Up

Nias Selatan,
Bratapos.com – Proses penimbunan pembangunan pelabuhan penyeberangan Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan tahap pertama dengan Anggaran Rp 12,3 miliar pada tahun 2019 lalu  dari Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut dan dikerjakan oleh PT Ciptama Karya Sukses  (CKS), dituding sarat penyimpangan dan mengarahkan Mark up.

Hal itu disampaikan Pikiran Laia, Pegiat LSM kepada beberapa media, Rabu (12/8/2020) usai melakukan investigasi kelokasi. Menurutnya, selama ini pihaknya telah mendapatkan informasi maupun dokumentasi kegiatan penimbunan lokasi pembangunan pelabuhan penyeberangan, dengan lebar sekitar 80×80 meter dan ketinggian sekitar 1,5 meter menelan anggaran Rp 12,3 miliar tidak sesuai.

“Berdasarkan hitungan dari tim kita, anggaran tersebut dengan ukuran yang ada sekarang itu tidak pantas, sehingga kami menduga adanya mark up. Apalagi material timbunannya juga dari dasar adalah tanah, bahkan berlumpur, baru dilapis paling atas ditimbun pasir dan batu (Sirtu) dengan ketebalan berkisar 20 Cm ,” terangnya.

“Atas temuan itu, pihaknya dikatakan akan menyurati pihak terkait baik rekanan, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) hingga Kementerian Perhubungan untuk mempertanyakan memastikan proses yang telah dilakukan dan akan melaporkan kepada penegak hukum bila ada indikasi penyimpangan” ucap Laia

Sementara Putra Nasution perwakilan dari PT CKS mengatakan pihaknya mengerjakan sesuai ketentuan dan perintah pimpinannya, namun tidak dijelaskan ketentuan dimaksud, ia pun enggan menginformasikan siapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan nomor kontraknya untuk konfirmasi lebih lanjut.

Sebelumnya Kadis Perhubungan Nisel Faatulo Gulo menginformasikan kepada beberapa media akan ada pembangunan pelabuhan penyeberangan di Teluk dalam dengan pagu anggaran sekitar Rp 60 miliar yang dikerjakan dalam tiga tahapan.

Setelah memenangkan proyek penimbunan pada tahun 2019 lalu, PT CKS juga tahun ini yang mengerjakan proyek pemancangan dan pengecoran dermaga dengan anggaran Rp 13,7 miliar dengan konsultan supervisi CV Hawarins Consultant yang kontraknya dimulai sejak 20 April 2020.

Reporter : Sit duha

Publisher : Said

REKOMENDASI UNTUK ANDA