by

Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Kapolres Dan Forkopimda Tanjung Balai Hadir

Tanjung Balai, Bratapos.com – Pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2020 pukul 09.50 Wib, telah dilaksanakan giat Rapat Paripurna mendengar pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hut Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 bertempat di Aula Rapat Kantor DPRD Kota Tanjung Balai.

Dalam kegiatan itu turut hadir Walikota Tanjung Balai H. M. Syahrial.SH.MH, Wakil Walikota Tanjung Balai Drs. Ismail, Ketua DPRD Kota Tanjung Balai Tengku Eswin, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjung Balai Surya Darma Ar beserta 13 orang anggota DPRD Tanjung Balai lintas Fraksi, Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K.,M.H, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Asahan A.A.G.Satya Markandeya SH.MH, Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai DR S.Ginting SH MH, mewakili Dandim 0208/AS Mayor Inf. Indra Bekti, mewakili Danlanal Tanjung Balai Asahan Kapten Edy Yanto, Sekda Pemerintah Kota Tanjung Balai Yusmada Siahaan, Danki subden 3/B Sat Brimob Polda Sumut Kota Tanjung Balai Iptu Heri, Asisten II Pemerintah Kota Tanjung Balai Halmayanti, Asisten I Pemerintah Kota Tanjung Balai
Zainal Arifin dan Ketua LVRI Tanjung Balai A. Hakim Marpaung beserta para FKPD, tokoh masyarakat , tokoh pemuda, insan pers, serta para undangan yang hadir sebanyak lebih kurang 50 orang.

Adapun Rangkaian kegiatan acara HUT Republik Indonesia ke 75 itu adalah pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan Cipta yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tanjung Balai, pembukaan oleh Ketua DPRD Kota Tanjung Balai dan mendengarkan Pidato Kenegaraan yang dibacakan oleh Presiden RI Ir. H. Jokowi Dodo,

Kemudian dilanjutkan pidato oleh Presiden, hadirin sekalian yang berbahagia, serta saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, kita patut bersyukur bahwa di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi kita selama Lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan, pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88 persen di tahun 2015, menjadi 5,17 persen di tahun 2018, dan terakhir Semester I – 2019 mencapai 5,06 persen, angka pengangguran menurun dari 5,81 persen pada Februari 2015, menjadi 5,01 persen pada Februari 2019. Penduduk miskin terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,41 persen pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI.

Ketimpangan pendapatan terus menurun, ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,55 di 2015, menjadi 71,39 di 2018, atau masuk dalam status tinggi, selain itu, tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah. Logistic Performance Index (LPI) naik dari peringkat 53 dunia pada 2014, menjadi peringkat 46 dunia pada 2018. Dalam Global Competitiveness Index, kualitas infrastruktur kita termasuk listrik dan air meningkat, dari peringkat 81 dunia pada 2015, ke peringkat 71 dunia pada 2018.

Berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan. Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tetapi money follows program, kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome, kita terus mengelola fiskal agar lebih sehat, lebih adil, dan menopang kemandirian. Namun, kita tidak boleh lengah, tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin
kompleks, ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian, beberapa emerging market sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif serta kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti yuan-Tiongkok dan peso- Argentina, membuat kita harus waspada. Saat negara-negara lain ekonominya melambat, ekonomi kita harus mampu tumbuh. Situasi krisis harus kita balik sebagai peluang, kita harus jeli, kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk Indonesia Maju. Indonesia memiliki modal awal untuk bersaing di tingkat global. Jumlah penduduk kita nomor empat terbesar di dunia. Sebagian besar penduduk kita berusia muda.

Pada tahun 2020, Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya, Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 14.400 per dollar Amerika Serikat Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi. Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen.

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar 65 dollar Amerika Serikat per barrel. Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global, Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditi global, melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi, Target lifting minyak dan gas bumi di tahun 2020 diasumsikan masing-masing sebesar 734.000 barrel dan 1,19 juta barrel setara minyak per hari. Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan R.APBN tahun 2020.

Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus R.APBN diarahkan pada Lima hal utama, yaitu penguatan kualitas Sumber Daya Manusia, untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah dan antisipasi ketidakpastian global.

Dengan fokus pada Lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76 persen dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 Triliun.
Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 Triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 Triliun.

Demikianlah keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran  Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, beserta Nota Keuangannya. Pemerintah berharap, pembahasan R.APBN tahun 2020 dapat dilakukan secara konstruktif, demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ridha-Nya bagi kita semua dalam
menjalankan amanah seluruh rakyat Indonesia kemudian pembacaan doa oleh Kemenag Kota Tanjung Balai Miswardi lalu acara ditutup oleh Ketua DPRD Kota Tanjung Balai kemudian poto bersama.

Reporter : Irwansyah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA