by

Sengketa Tanah Memanas.!! “Jika Somasi Tak Digubris, Kuasa Hukum Ahli Waris Ancam Lapor Polisi

LUMAJANG, Bratapos.com- Nampaknya permasalahan sengketa lahan tanah yang terjadi di Desa Tempeh tengah Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, semakin memanas. Pasalnya R. Purwoto Kusumo, yang mengaku sebagai ahli waris merasa kecewa setelah tau ada bangunan pagar di atas tanah sengketa, dan pagar tersebut di duga dibangun oleh Imron Fauzi, atau yang sering dipanggil Gus Fauzi, selaku lawan dari R. Purwoto.

Sedangkan atas terjadinya pembangunan pagar di lahan tanah yang masih sengketa tersebut, R. Purwoto Kusumo, yang telah mengaku sebagai ahli waris, berharap agar bangunan pagar tersebut dirobohkan.

Sementara itu, menurut cucu R. Purwoto Kusumo, Wina Heri Purwanti, anak dari Syamsul Hadi menjelaskan, bahwa disaat pihaknya dengan Imron Fauzi melakukan kesepakatan jual beli dianggapnya janggal, pasalnya diwaktu transaksi tidak disertai pembayaran, seperti halnya transaksi jual bel yang selayaknya.

“Saat itu memang ada kesepakatan, akan tetapi uang pembayaran belum menerima saya, hanya memang ada pembayaran pajak yang dibayarkan,”Jelas Wina.

Ditempat yang terpisah, Imron Fauzi ketika dihubungi melalui sambungan via telepon mengatakan, bahwa tanah tersebut sudah dibelinya, bahkan dirinya juga mengatakan jika sudah membayar DP.

“Tanah itu sudah saya DP, saya beli, tapi di jual lagi tanah itu tanpa izin saya,”Jlentreh Gus Imron saat dikonfirmasi pada Minggu (09/08/2020) siang.

Masih menurut Gus Imron, bahwa adanya perikatan jual beli yang pernah disepakati bersama sebelumnya belum dibatalkan, maka dari itu dirinya beranggapan dalam perkara yang sedang menimpa dirinya itu ada unsur penipuan. “Ya penipuan, DP kan diterima ahli waris, karena perjanjiannya adalah pembelian tanah 2,5 M. Biaya administrasi dan pembebasan lahan yang sedang disewa orang lain, itu kewajiban saya,”kata Gus Imron lagi.

“Biaya notaris, pajak yang kaitannya dengan admistrasi itu saya 200 juta, sementara, kalau uang AJB keluar 100 juta, dua bulan berikutnya, Sertifikat masih menunggu, jika sertifikat keluar 500 juta, pelunasan ketika sertifikasi keluar, fitnah kalau saya dikatakan, tidak bayar DP dan melarikan diri, untuk pembayaran belum waktunya,”imbuh Gus Fauzi.

Selain itu Sekretaris Desa Tempeh Tengah, M. Mansur, saat dikonfirmasi dirinya juga menyampaikan jika pernah menyaksikan penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak, dimana saat itu dilakukan di kantor Notaris Lumajang Lutfi Irbawanto.

“Saya ikut menyaksikan saat tanda tangan dikantor Notaris Pak Lutfi Irbawanto, waktu menerbitkan Akta Jual Beli, (AJB), selain itu selanjutnya saya tidak tau,” jelas M. Mansur.

Penasehat Hukum R. Purwoto Kusumo, Suryadi, S.H., mengatakan, atas perkara itu dirinya sudah meminta Imron Fauzi untuk membongkar pagar yang didirikannya tapi tidak dihiraukan, yang akhirnya melakukan somasi terhadap Gus Imron, merasa tak di indahkan usaha somasinya, maka ia akan melaporkan perkara tersebut ke Mapolres Lumajang.

“Saya selaku kuasa hukum ahli waris, akan melakukan somasi terhadap Imron Fauzi, agar segera membongkar pagar yang ia dirikan, jika tidak dihiraukan terpaksa kami akan layangkan somasi yang kedua, dan jika masih juga tidak digubris, maka kami akan lapor Polisi,”Pungkasnya.

Reporer: Tim

Editor/Publisher: Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA