by

Sidak.!! “Tak Kantongi izin Dan Buang Limbah ke Sungai, Usaha Kulit Sapi Ditutup

LUMAJANG, Bratapos.com- Akibat tidak mengantongi izin usaha dan buang limbah sembarangan ke aliran sungai, membuat Warga Masyarakat meminta tempat usaha kulit sapi untuk ditutup sementara waktu, dimana tempat usaha tersebut terletak di Dusun Serambaan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa timur. Senin, (10/8/2020).

Dengan adanya hal tersebut, pihak dari Kabid Pengendalian Pencemaran dan juga Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungkan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang, Yunus Harniawan, langsung mengambil tindakan dan melakukan sidak ke lokasi bersama Satpol PP, DPMPTSP, Bakesbangpol, dan pihak dari kecamatan, juga Kapolsek Rowokangkung, bahkan di dampingi oleh Kades Sumberanyar.

“Kami sudah lakukan pengecekan kelokasi pabrik ternyata tidak berijin, dan limbahnya langsung dibuang kesungai, kami sudah tegaskan untuk menutup kegiatannya,”ujar Harniawan.

Masih menurut Harniawan pada saat berlangsungnya Operasi Mendadak (Sidak) ditempat usaha tersebut, diketahui masih ada tersisa bahan kulit sapi yang belum di proses, dengan dasar itulah pihaknya juga memberi kebijakan untuk memproses sisa bahannya hingga habis.

“Sisanya biar dihabiskan dulu sekalian, setelah itu ditutup dan izin nya juga harus segera diurus,”tambahnya.

Selain itu Herniawan juga menjelaskan, bahwa bukan cuma dari Dinas LH yang tak ada izin operasionalnya, akan tapi dari Dinas terkait yang lain seperti DPMPTSP dan juga dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.

“Untuk pembuangan limbahnya, dalam sisi lingkungan harus sesuai dengan aturan, dia juga belum memiliki izin dari instansi terkait lainnya,”ungkapnya lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Yuli Haris juga menyatakan, bahwa dirinya juga sangat mendukung adanya investasi yang masuk ke Lumajang, namun pihaknya juga menegaskan bahwa dalam usahanya agar bisa memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar dan prosesnya harus sesuai dengan aturan yang ada.

“Jika kami welcome asal sesuai aturan, izin ada dan bisa memperhatikan Masyarakat sekitar,”Tegas Yuli Haris.

Sedangkan menurut Anwar pemilik usaha, tepatnya pada Sabtu 8 Agustus 2020 siang saat dikonfirmasi oleh awak media, dirinya juga mengakui jika limbah dari bahan kulit sapi tersebut dibuangnya ke sungai tengah malam.

“Iya, tapi buangnya malam sekitar pukul: 23.00 – 24.00 Wib, saya juga akan segera mengurus izin nya kok mas,”pungkasnya.

Reporter: Tim

Editor/Publisher: Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA