by

Diduga Maling Pakai “Ilmu Sirep”, Satu Malam 7 Ekor Sapi Milik Warga Lumajang Lenyap

LUMAJANG, Bratapos.com- Tepatnya Kamis 06 Agustus 2020 malam, yaitu hari yang memiliki berbagai keistimewaan, dan bahkan menurut hitungan kalender hijriyah hari Jum’at dihitung mulai Kamis petang saat matahari terbenam. Selain itu, hari Jum’at disisi Allah adalah Rajanya hari, karena hari Jum’at lebih agung dari pada hari Raya kurban dan hari Raya idul Fitri.

Maka dari itu, melaksanakan ibadah sunah pada malam Jum’at sangatlah dianjurkan, seperti diriwayatkan oleh Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad dari Sa’ad bin ‘Ubadah bahwasanya, di hari Jum’at Nabi Adam di ciptakan, di hari Jum’at pula Nabi Adam di masukkan ke surga dan di hari Jum’at juga ia dikeluarkan dari surga, bahkan Kiamat pun juga disebut akan terjadi dihari Jumat.

Akan tetapi lain bagi warga Desa Tekung, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, yang mana pada Kamis malam, atau yang sering disebut dengan malam sunah Rasul beberapa warga bukan tidur lelap karena lelah melaksanakan amalan sunah, justru terlelap karena dipengaruhi ilmu sirepnya kawanan maling.

Pasalnya malam tersebut di Desa Tikung telah kebobolan hewan sapi, bahkan tidak tanggung-tanggung sekaligus dalam satu malam kawanan maling tersebut langsung mengembat 7 ekor sapi milik warga, dan diantara ke 7 sapi tersebut ada beberapa sapi yang keadaan bunting.

Sedangkan para korban dari amblasnya ke 7 sapi milik warga Dusun Magersari Desa atau Kecamatan Tekung, yaitu milik Rudi, (3) ekor sapi 2 diantaranya sedang hamil, dan Muhammad, (3) ekor sapi, juga dua sedang keadaan hamil, dan Mansur, (1) ekor sapi, sehingga keseluruhan menjadi (7) ekor sapi.

Sementara itu, menurut keterangan korban Muhammad (60), ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, jika dirinya saat itu sama sekali tak mendengar suara apapun, bahkan dirinya mengetahui jika 3 ekor sapi miliknya raib waktu subuh.

“Milik saya tiga, yang dua sedang hamil tua, waktu subuh itu saya baru tau hilang, entah kenapa malam itu saya tidur lelap gak mendengar apa-apa,”ujar Muhammad.

Ditempat yang terpisah menurut korban Wati, yang tak lain istri dari Rudi, saat dikonfirmasi dirinya juga mengatakan, jika sapinya juga raib 3 ekor sapi, yang 2 ekor sapi juga keadaan hamil, yang satu masih kecil (embeng), bahkan dirinya juga mengatakan jika 3 ekor sapinya hilang itu sudah hampir waktu subuh.

“Hampir subuh itu baru saya tau, gak dengar apa-apa tertidur pulas, mungkin malingnya pakai ilmu sirep ya,”ujarnya.

Sedangkan menurut Kapolsek Tikung Polres Lumajang, Iptu. Gatot Budi Hartono, S.H., saat dikonfirmasi juga membenarkan atas kejadian tersebut, bahkan pihaknya setelah mendengar kabar terjadinya pencurian hewan (curwan) tersebut langsung mengerahkan anggotanya dan di dampingi warga melakukan pencarian sapi-sapi yang di gondol kawanan maling.

“Benar mas, satu kampung tiga (TKP) Tempat Kejadian Perkara, kami bersama anggota dan juga Warga Masyarakat saat ini sedang berupaya melakukan pencarian,”terang Iptu. Gatot Budi Hartono.

Atas musibah hilangnya 7 ekor sapi yang menimpa beberapa warga di Desa Tekung Lumajang tersebut jika di kalkulasi kerugian yang harus dialami korban cukup besar untuk jumlah nominalnya, bahkan hingga puluhan juta rupiah, untuk korban Muhammad, 3 ekor sapi diperkirakan Rp 50 jutaan, sedangkan milik korban Rudi 3 ekor sapi diperkirakan sekitar Rp 45 jutaan, belum yang lainnya.

Reporter: Tim

Editor: Marshel

Publisher: Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

REKOMENDASI UNTUK ANDA