by

Berdalih Pijat, RSD Warga Pamotan Diduga Sudah Lakukan Hoho Hihe Dengan Janda Kesepian

MALANG, Bratapos.com – Mungkin kita sering mendengar sebuah pepatah yang mengatakan “Tua-Tua Keladi” semakin tua semakin menjadi. Namun jika kita artikan kata tersebut sangatlah banyak maknanya.

Hal itu seperti yang digambarkan oleh seorang pria berinisial RSD warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Malang, ia telah check-in dengan wanita yang masih tetangganya sendiri, tepatnya pada Senin, (3/8/2020) sekitar pukul 11.00 Wib disalah satu tempat penginapan (Losmen), tepatnya sebelah barat kota Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa timur.

Dalam aksinya, pasangan yang masih bertetangga dan RSD yang berstatus memiliki istri itu keluar dari losmen. Kemudian keduanya mengendarai mobil penumpang jenis minibus dengan Nopol: N.1352 FC menuju arah Gondanglegi. Lalu keduanya berhenti sejenak di warung untuk makan berdua yang berada diareal Gondanglegi dengan menu masakan padang.

Setelah selesai makan lalu keduanya meneruskan perjalanannya menuju kota Dampit. Ketika sampai di SPBU Pamotan wanita yang menggunakan baju lengan panjang berwarna merah yang menggunakan kerudung itu turun dari mobil. Sedangkan untuk “RSD” melanjutkan perjalanannya menuju arah pulang.

Usut punya usut wanita yang menggunakan tas slempangan itu inisial RN. Ironisnya RN masih bertetangga dengan RSD. Ketika dikonfirmasi awak media ini di rumahnya, ia diajak check-in “RSD” hanya memenuhi profesinya sebagai tukang pijat. Selain itu “RN” yang mengaku pernah bekerja dipanti pijat tepatnya di Surabaya itu, tak menampik mau melakukan hubungan intim. Namun itu gagal, lantaran NR di kamar Losmen itu hanya sebentar saja. 

“Memang dulu saya bekerja dipanti pijat di Surabaya dan bosnya tetangga saya sini, saya diajak check-in hanya pijat kok. Tapi jujur saat itu mau melakukan hubungan intim namun tidak jadi, kemudian terus pulang. Hanya sebentar kok di dalam kamar,” dalih RN di rumahnya Selasa, (4/8/2020).

Keterangan foto: RN keluar dari mobil henfak masuk ke rumah makan

Ketika ditanya oleh wartawan, kenapa pasien RSD tidak dipijat di rumahnya,? ia mengaku malu dengan menantunya, bahkan ia juga mengatakan jika sudah tidak menekuni profesinya. Tidak hanya itu, ketika ditanya berapa tarif hasil mijat “RSD” yang diterima “RN”? Dikasih 75 ribu mas,” katanya dengan nada ngos-ngosan.

“Entah saya kok mau diajak kepenginapan, padahal banyak pasien kerumah sini saya tolak, dan saya tidak memijat lagi, enggak tahu lah bingung saya, padahal saya cuma dikasih uang 75 ribu,” imbuhnya.

RSD ketika dikonfirmasi oleh wartawan di rumahnya, ia mengaku hanya sekedar melakukan picat. Pasalnya, RN diketahui berprofesi sebagai tukang pijat. Ia menilai jika picat di losmen bisa santai.

“Sudah dua kali picat dengan RN. Sekali picat tarifnya 75 ribu. Ia beralasan bila pijat di rumahnya RN malu dengan anaknya, sehingga kami memutuskan melakukan pijat di losmen,” dalihnya. Bersambung….

Reporter : Shelor
Editor Jamal
Publish : Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA