by

Buang Kotoran Babi Kesungai, Polisi Akan Lakulan Lidik

MALANG, BrataPos.com – Pembuangan limbah kotoran Babi yang dibuang ke sungai oleh “UD BISA” yang berlokasi di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur terancam dilidik oleh pihak kepolisin Polsek Kepanjen.

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo, setelah pihaknya membaca pemberitaan dari beberapa media online maka akan segera melakukan lidik. Apakah limbah tersebut tergolong B3 atau bukan.

“Jika nanti hasil lidik ditemukan ada unsur pidananya, dan benar B3 maka kami lakukan penyelidikan. Kan sudah jelas sesuai UU pasal 102 nomor 2 tahun 2009,” tegasnya Rabu (5/8/2020).

Ditempat terpisah Yahya yang berdomisili di Kota Kediri pemilik peternakan babi sebagai penanggung jawab saat dikonfirmasi melalui telepon seluler oleh wartawan mengatakan, ia tak menampik pembuangan kotoran babi dibuang ke sungai.

“Sudah puluhan tahun mas kami buang kesungai, kan sudah diberikan saluran. Kami akan turun ke tempat usaha peternakan babi nanti dalam pertengahan bulan ini,” katanya.

Sementara warga yang terdampak pembuangan kotoran limbah ke sungai yang inisial T mengatakan, ia tiap malam menghirup udara bau dari pembuangan kotoran babi. “Keluhan warga terkait baunya itu mas, sesak,” katanya.

Inisial (J) warga desa Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen kepada bratapos.com menambahkan, dampak limbah kotoran babi terhadap lingkungan sekitar baunya sangat menyengat mas, apalagi pas jam 10 malam ke atas sangat menyengat sekali jelasnya. Rabu (5/8/2020) siang.

Camat Kepanjen Abai Saleh saat dikomfirmasi melalui telepon seluler belum diangkat, kendati nada dering tersambung.

Diberitakan sebelumnya, akibat pembuangan limbah yang baunya sangat menyengat itu, membuat Nita Dwi Prasetyaningtias selaku Lurah Cempokomulyo sidak kelokasi. Senin (20/7/2020).

Kedatangan Nita sekitar jam 09.00 Wib yang didampingi oleh Babinsa, RT, RW dan ditemani oleh staf perternakan babi, Kukun dan inisial S selaku penjaga keamanan perternakan bukan tanpa alasan. Pasalnya, peternak babi dikeluhkan masyarakat sekitar, lantaran bau limbah yang begitu menyengat, bahkan mencemari lingkungan sungai disekitar.

Pada saat dikonfirmasi di tempat peternakannya pada hari Senin (3/8/2020) Kukun menjelaskan, soal bau saya tidak menampik memang masih ada. “Namun saya berusaha menimalisir untuk baunya. Kalau tidak ada ijinnya, pihak Sat Pol PP pasti ke (sini-red). Ijin kan sudah lengkap,” katanya.

Nita Dwi Prasetyaningtias selaku Lurah Cempokomulyo ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, hasil dari sidak ditemukan surat-surat ijin kurang memenuhi standart. Untuk ijin IMB dan HO sudah jadi, namun dalam pengurusan itu tidak ada tanda tangan Lurah dan Camat.

“IPAL tidak ada ijinnya kurang memenuhi standart. Saya heran, dalam pengurusan ijin dilewati. Mohon pihak terkait agar ditindak lanjuti,” tegas dia Senin, (3/8/2020)….. Bersambung.

Reporter : Nan/Zen
Publish : Jml

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

REKOMENDASI UNTUK ANDA