by

Renovasi ‘RUTILAHU’ Desa Parante Situbondo Tuai Sorotan

Situbondo , Bratapos.com – Dana JASMAS (Jaring Aspirasi Masyarakat ) DPRD Situbondo tahun anggaran 2020 yang diwujudkan renovasi RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) dikampung Parante Utara desa parante kecamatan Asembagus kabupaten Situbondo tepatnya rumah Tojari RT 03, RW 01 menuai protes dan sorotan dari beberapa kalangan, salah satunya datang dari Advokat senior Situbondo Budi Santoso, SH.
” Wajib hukumnya masyarakat siapapun itu, untuk melakukan kontrol terhadap giat giat pembangunan walaupun berupa program Bansos didaerahnya masing masing, apalagi dananya dibiayai dari uang rakyat,” ujar Budi.

Menurut Budi penerima manfaat bantuan sosial Rutilahu Tojari mengeluh pada dirinya mengenai renovasi rumahnya tanpa keramik, plester tembok hanya diruang tamu bahkan kayu usuk atas swadaya Tojari sendiri.

Pantauan Bratapos dirumah Tojari nampak tidak jauh berbeda, persis sama seperti yang sampaikan pada Bratapos. Nampak kayu usuknya bekas pakai yang sudah termakan usia, kayu Reng terpaksa berhutang dua bendel, plester dindingnya pun hanya diruang tamu saja, keramik pun tidak ada tetap dengan tegel lama yang sudah kusam, kayu sunduk penahan usuk dan genteng yang tiga lonjor kualitasnya dibawah standar, dari kayu kelapa nampak muda, Tojari memasang tiga tiang untuk menahan kayu khawatir melengkung menahan beban usuk, reng dan genteng.

Bahkan Tojari dari awal tak tau berapa anggarannya,sumbernya dari mana, menurutnya pula sampai bangunan hampir selesai (sisa pintu dan pengecetan) tidak ada penjelasan detail baik melalui rapat rapat atau langsung dari pihak terkait.

” Yang saya dengar katanya dari dewan, berapa besaran anggarannya untuk apa saja peruntukannya saya tidak tahu sama sekali, saya baru tahu kalau anggarannya 15 juta ya waktu sampean wawancara dengan bapak bapak itu,” ujar Bu Tohari dengan polosnya, Rabu (29/7/2020)
Mirisnya, ketika Bratapos melakukan konfirmasi by phone dengan Kades desa parante Drs. Hajari dihari yang sama, dia mengatakan anggaran Rutilahu tersebut 12 juta rupiah padahal 15 juta rupiah tiap unitnya sedang didesanya mendapat jatah kurang lebih 20 unit,
” Ini baru pertama kali warga saya dapat program Jasmas dewan,pelaksananya KSM dan pendampingya PKP anggarannya 12 juta masseh ( mungkin-pen ),” ujar Hajari campur logat Madura.
Pendamping KSM desa Parante Kurniawan setelah vidieo viral advokat Budi serta investigasi Bratapos, bersama staf PKP ( Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman ),ketua KSM Saniawi, dua orang staaf dari desa salah satunya Ramli di rumah Tojari, mengatakan bahwa dana ini bersumber dari APBN melalui dinas DPKP Situbondo.
” Anggarannya 15 juta masing masing rumah, 2,5 juta untuk tukang sisanya 12,5 juta berupa bahan dan sudah kontrak langsung dengan supliyer saya sebagai pendamping KSM hanya memegang keuangan untuk ongkos tukang,” ujarnya.

Kurniawan berdalih bahwa renovasi masih belum selesai dan dirinya akan selalu melakukan pengawasan namun tidak merinci detail dana yang sudah dibelanjakan per item padahal waktu itu waktu yang tepat untuk menepis dugaan dugaan sorotan masyarakat.
” Seperti halnya saat ini hasil opname diketemukan tembok hanya ruang tamu yang di plester maka dari itu saya minta untuk dilapisi sampai keruang dalam,” ujarnya berusaha meyakinkan., Rabu (29/7/2020

Padahal menurut salah satu staf DPKP yang turut kelokasi, Udin, menegaskan yang menjadi prioritas adalah ‘ALADIN’ ( Atap, Lantai, Dinding ) menurutnya tiap penerima manfaat tidak sama renovasinya. Jika ada bagian yang masih layak dan bagus maka dialihkan pada bagian lain sesuai plafon dana 12,5 juta tersebut.
Budi Santoso merasa heran kenapa setelah vidieo yang sempat saya kirimkan ke salah satu group pengaduan Situbondo dan setelah Bratapos lakukan investigasi baru dilakukan kontrol dirinya jadi bertanya tanya kemaren kemarennya kemana.Dan lagi kenapa yang awalnya plester dinding awalnya dikatakan hanya ruang tamu sekarang diruang dalam bahkan luar kanan kiri dan belakang diplester semua dindingnya.

” Melihat fakta yang ada dan perkembangan beberapa hari terakhir saya berharap untuk dilakukan pemeriksaan total termasuk ditempat lain karena tak dapat dipungkiri bisa jadi fakta renovasi Rutilahu dirumah Tojari terjadi ditempat lain, dan dalam pelaksanaan pemeriksaanmelibatkan kelompok masyarakat independen,” Pungkasnya, Senen,(03/8/2020).

Reporter : Afree

Editor publisher : shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA