oleh

KEJARI Labuhanbatu, Minta Kepolisian Agar Menangkap Pak Erik

Labuhanbatu, Bratapos.com – Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi, SH. Memohon kepada Kepolisian Resort Labuhanbatu Untuk menangkap ES alias Pak Erik (39) untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 6 Januari 2016 yang memutuskan terdakwa ES alias Pak Erik terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika Gol I Bukan Tanaman dengan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebesar Rp 800.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka di pidana penjara 4 bulan.

Atas permintaan Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu ini maka ES alias Pak Erik (39) warga Desa Aek Korsik Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Satres Narkoba Polres Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, SIK.MH. Melalui Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, SH.SIK. Menyampaikan kepada wartawan Senin (3/8/2020) kalau personil Satnarkoba berhasil menangkap ES alis Pak Erik di Kebun Afdeling III PTPN III Pulo Mandi Kabupaten Asahan, Sumatera Utara Senin (3/8/2020) sekira pukul 02.00 Wib

Menurut AKP Martualesi Sitepu, Pak Erik ini merupakan warga Desa Aek Korsik Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara selama dua bulan ini kita cari, jelasnya.

AKP Martualesi Sitepu juga menjelaskan bahwa Pak Erik ini masuk dalam DPO Satnarkoba setelah adanya permintaan bantuan penangkapan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi SH. Kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, SIK.MH. Sejak tanggal 12 Juni 2020 untuk melaksanakan Putusan MA tanggal 6 Januari 2016 yang memutuskan terdakwa ES alias Pak Erik terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika Gol I Bukan Tanaman dengan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebesar Rp.800.000.000
dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara 4 bulan, jelas Kasat Narkoba.

Kasat juga menambahkan , adapun terpidana ini dulunya divonis bebas di Pengadilan Negeri Rantau Parapat sehingga oleh JPU mengajukan kasasi, dimana terpidana ini awalnya ditangkap Satnarkoba pada tgl 11 Des 2013 di Dusun III Parit Minyak, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dengan barang bukti 3 plastik klip berisi narkotika sabu berat 0,7 Gram, 323 Plastik klip kosong, satu unit HP Nokia, satu unit HP Samsung, satu buah mancis, dua buah kaca pirek dan satu buah sekop.

Mulai dari tanggal 12 Juni 2020 Satnarkoba intensif melakukan pencarian terhadap terpidana ini untuk menjaga marwah penegak hukum agar kewibawaan hukum dirasakan oleh masyarakat sehingga salah satu tujuan penghukuman yaitu memberikan efek jera dapat menjadi edukasi kepada masyarakat sehingga rasa aman dan tertib tetap terjaga ditengah tengah masyarakat dan orang-orang yang hendak melakukan perbuatan melawan hukum semakin sadar, sebutnya.

Kasat juga menyampaikan bahwa pengakuan Pak Erik bahwa sejak dirinya divonis bebas tahun 2014 dia merantau ke Lampung dan bekerja serabutan namun sejak mewabahnya virus corona dia pulang kampung dan dalam 2 bulan terakhir dianya mengetahui dirinya dicari-cari petugas sehingga terpidana ini dalam pelarian dan berusaha menghindari dari tangkapan petugas, bapak lima orang anak laki-laki ini merasa menyesal dan pernah menyatakan kepada istrinya untuk berniat menyerahkan diri namun oleh istrinya menyatakan kalau abang menyerahkan diri nanti bagaimana saya akan menyekolahkan anak anak.

Saat ini terpidana ini masih diperiksa di Satnarkoba untuk selanjutnya dilimpahkan ke eksekutor JPU Rantau Prapat, tegas AKP Martualesi Sitepu.

Reporter : RR & OC

Publisher : Rahmat Arif

REKOMENDASI UNTUK ANDA