oleh

Body Desa di Jadikan Kendaraan Bisnis Minyak Tanah Oleh Kades

HALSEL, Bratapos.com– Body desa di jadikan kendaran bisnis sehingga Salah satu kejadian yang terjadi di Desa Tawa Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan di sore hari tepat pada hari sabtu tanggal 01 Agustus 2020, yakni penolakan masyarakat terhadap Kepala Desa Bahtiar Hi Hakim, di duga awalnya, karena adanya terjadi pelemparan oleh oknum masyarakat Dusun Tuamoda anak desa dari tawa.

Kasiruta timur terhadap mahasiswa, kejadiannya pada hari jumat tanggal 31 juli 2020, di sore menjelang magrib, yang juga di duga kuat pemicunya adalah Kepala Desa itu sendiri.

Akhirnya korban pelemparan tersebut kembali ke Desa Tawa saat itu juga, dan tiba di kampung memasuki waktu isya, hingga menceritakan kejadian apa yang telah dialami di Dusun Tuamoda, setelah selesai di ceritakan pada masyarakat, masyarakat langsung bersepakat melakukan rapat pada malam itu juga.

Dalam rapatnya mereka bersepakat menolak Bahtiar Hi Hakim untuk keluar dari Desa Tawa, Karena masyarakat sangat marah ketika mendengar pelemparan yang terjadi pada Mahasiswa yang juga sebagai Putra Daerah Tawa yang seharusnya di hentikan oleh Kepala Desa, karena saat pelemparan itu ada Kepala Desa di Dusun Tuamoda, sehingga Masyarakat mencurigai bahwa mungkin ini Perintah Kades, sementara salah satu Mahasiswa, yakni Badrun Bahri alias Igo yang juga korban pelemparan.

Saat di mintai keterangan melalui via telepon, ia menjelaskan bahwa awalnya mereka melihat Kades membawa minyak tanah, sebagian di turunkan ke Kampung, dan sebagian di bawah ke Desa-Desa untuk dijual dengan menggunakan body desa yang merupakan aset desa, dan yang menjual itu adalah motorinya yang bernama Arianto Hamid yang tinggal di Dusun Tuamoda.

“Melihat fasilitas Desa yang di gunakan untuk kepentingan pribadi, akhirnya masyarakat mengutus kami untuk menarik body tersebut, sesampainya kami di Dusun Tuamoda kami pun menunggu kedatangan motorisnya yang baru datang dari penjualan minyak, setelah kami menemui yang bersangkutan, kami pun bicara baik-baik dengan motoris tersebut, ia pun mengakui akan mengantar kami pulang ke kampung sekaligus dengan body, motoris tersebut bukan malah mengantar kami,

tapi ternyata ia menelpon Kades untuk datang ke Dusun Tuamoda, sesampainya Kades, kamipun di marahi oleh Kades, setelah menjelang beberapa menit, kami dengan niat kembali di kampung di jemput salah satu masyarakat, begitu kami menaiki perahu untuk pulang ternyata tiba-tiba kami diserang dengan pelemparan batu, akhirnya kami bergegas untuk pulang”, ucapnya.

(fahri/redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA