oleh

Rem Blong Tidak Di Perbaiki, Karyawan PT. Sri Rahayu Agung Masuk Jurang

Kotarih, Bratapos.com – Lagi-lagi PT.Sri Rahayu Agung.Seperti biasa disaat jam kerja mulai beroprasilah karyawan atas nama Suwito alis jowo dan dua orang temannya Herman dan Musiran melangsir tandan buah sawit di tempat pengumpul sawit di areal titi satu afdeling satu tahun tanam 1999. pada 1 Agustus 2020

Saat di konfirmasi oleh team media Bratapos di Rumah Sakit Sari Mutiara lantai II di ruangan cendrawasih 2 sekaligus pertanyakan pelayanannya,
Suwito yang sebagai karyawan kontrak dari PT.Sumber Berkat Pelita yang di pekerjakan di PT.Sri Rahayu Agung bersama dua orang temannya melangsir buah sawit dengan kondisi mobil langsir tidak berfungsi atau rem blong ternyata tidak terdaftar di BPJS kesehatan sehingga pelayanan Rumah Sakit hanya sekedarnya karena menunggu berkas dari perusahaan.seharusnya Suwito yang mengalami kecelakaan kerja bersama satu rekannya dapat pelayanan dan pengobatan secara intensif dan langsung di tangani dokter spsesialisnya kalau memang Suwito dan Musiran terdaftar di BPJS kesehatan dari perusahaan PT.Sri Rahayu Agung atau PT.Sumber Berkat Pelita.

Riswanto sipayung selaku mandor perbengkelan di PT.Sri Rahayu Agung sangat lalai dan tidak menghiraukan keluhan bawahannya saat di ketahui rem blong.Riswanto Sipayung tidak memperdulikan kerusakan rem blong yang disampaikan oleh supir mobil langsir Suwito bahwa rem blong.keselamata pekerja yang tercantum dalam K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)tidak di hiraukan dan di indahkan oleh Riswanto Sipayung dan PT.Sri Rahayu Agung.

Dan Yogi Prasetyo yang memerintahkan langsung atas suruhan Seninton Pardede agar Suwito membawa mobil langsir untuk ambil buah,dan Suwito sudah menyampaikan bahwa rem blong tetapi Yogi Prasetyo menjawab “Bawa saja pelan-pelan pakai garbok”.Secara nalar Yogi Prasetyo yang di perintahkan Seninton Pardede seolah akan membuat Suwito dan rekannya celaka dengan kenyataan mobil yang di tumpagi dua rekan Musiran dan Herman terperosok ke dalam jurang yang akhirnya mengakibatkan Mata dan dada Suwito luka dalam memar dan susah bernafas.Sementara Musiran merasakan sakit di atas kandung kemih.

Hingga berita ini diterbitkan pihak dari perusahaan belum menunjukan sikap pedulinya baik dari PT.Sri Rahayu Agung yang di pimpin oleh Andi Thanaka selaku General Manager dan atau dari pihak PT Sumber Berkat Pelita Marasi Silaen selaku Direktur Utama.
Semoga pihak kepolisian dari Polsek Kotarih dapat menyelidiki kasus kecelakaan kerja atas pernyataan dari Suwito bahwa rem blong.

Reporter : Team Bratapos Sumut

Publisher : Rahmat Arif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA