oleh

Diduga Oknum Perangkat Desa Di Lamongan Melakukan Pungli

Lamongan – Bratapos,. Selasa 28 Juli 2020. Untuk pengurusan KK ganda yang berurusan dengan dispenduk catatan sipil Kabupaten Lamongan, seorang oknum kasi pelayanan di Desa Gempol pading ,Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, Diduga meminta tarif 1.300.000, hal ini disampaikan oleh saudara Bayu kepada pakdenya yang juga seorang aktivis di lingkungan LSM LIRA Kab.Lamongan.

Ketika mendapatkan informasi tersebut, kami wartawan Bratapos yang juga sebagai Ketua LSM LIRA Lamongan , langsung menindak lanjuti dengan menghubungi Kepala Desa dan Camat Pucuk untuk memberitahukan dan meminta klarifikasi, atas kebenaran informasi tersebut.

Camat Pucuk ketika kami WA, atas info tersebut tidak memberikan tanggapan apapun bahkan memberikan jawaban yg belum sempat kami baca sudah dihapus. Setelah itu, kami mencoba menghubungi Kepala Desa Gempol Pading, setelah kami konfirmasi pada Kepala Desa Gempol Pading , beliau mengatakan akan menegur dan memarahi bawahannya yang bernama Eko, dan akan mengembalikan berkas dan uang pungli, yang saat itu sejumlah 1 juta rupiah.

Namun setelah kami menunggu beberapa hari ternyata tidak ada pengembalian sesuai yang di janjikan baik oleh Eko selaku kasi pelayanan maupun Kepala Desa yang bersangkutan. Akhinya kami wartawan Brata pos mendatangi rumah kepala desa untuk minta keterangan bersama teman teman LSM dan Wartawan lain. Dalam keterangannya kepala desa menyampaikan bahwa “itu sudah saya sampaikan pak camat dan sudah saya tegur yang bersangkutan”. Namun karena sudah selesai KK nya, maka Kepala desa memanggil korban yang bernama Bayu, untuk di mintai penjelasan

Kami sebenarnya ingin mendapat klarifikasi langsung dari oknum pelaku yang bernama Eko,namun beberapa kali kami telepon tidak diangkat dan di WA juga gak pernah di balas. Kami wartawan patut menduga praktik ini sering dilakukan , karena hanya untuk menghentikan praktek pungli seperti ini saja Kepala Desa bahkan Camat tidak bisa berbuat banyak terhadap bawahannya,ada apa? Proses setelah kami dan kawan kawan mendatangi rumah Kepala desa, malamnya saudara Bayu ( korban) dimintai menanda tangani surat pernyataan yang menyatakan tidak akan menuntut permasalahan itu.

Dalam masalah ini, salah satu keluarga korban mengatakan kepada kami media dan LSM dan menyerahkan sepenuhnya untuk mencari unsur punglinya dibuka secara transparan. SM

Reporter : Slamet
Editor Publisher : Rizki

REKOMENDASI UNTUK ANDA