oleh

‘Motor Terjun Bebas’ Joki Kritis Hingga Tewas.! “Ternyata Ada Balita Menangis Histeris, Ada Apa?

LUMAJANG, Bratapos.com- Insident kecelakaan tunggal yang terjadi di Kalirejo Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari Lumajang, dengan korban bernama Narto (26) asal Warga Dusun Sumber Pucung (Rt.12/Rw.04), Desa Tirtomoyo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hariyoto Lumajang, Jawa timur. Kamis, (09/07/2020).

Seperti kabar dari Kapolsek Tempursari, Polres Lumajang Iptu.Nanang Sulistyo, SH., yang melalui Kanit Reskrim Bripka. Dodyk, bahwa selain membenarkan atas terjadinya kecelakaan tunggal pihaknya juga sempat mengatakan kronologis dari insident yang menyebabkan korbanya meninggal tersebut.

Bahwa awal mulanya korban dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah No Pol: B 6971 VER, sedang berjalan dari arah Utara menuju Selatan, disaat posisi jalan menikung kekanan motor korban mengalami Slip atau “Out Of Control” sehingga terjadilah kecelakaan tunggal,”Ujar Dodyk, selaku Kanit Reskrim Polsek Tempusari Polres Lumajang.

Sedangkan untuk kabar duka atas meninggalnya korban berhasil dihimpun oleh awak media Bratapos.com, melalui Yuli alias Tembel, yang mengaku dirinya pada Kamis, 09 Juli 2020 siang, telah berbincang-bincang dengan salah satu saudara korban yang mendatangi TKP, Kemungkinan sebagai kerabat korban ingin memastikan dan ingin mengetahui kronologis di TKP kecelakaan tersebut.

“Tadi keluarganya ketemu saya di TKP, dia mungkin ingin tau tempat korban amblas, namun yang membuat terkejut saat dirinya mengabarkan bahwa korban sudah meninggal dunia sekitar pukul: 03.00 Wib dini hari di RSUD Bhayangkara Lumajang.

Sementara itu, saat kejadian orang yang mengetahui persis dan mengevakuasi korban, adalah Yuli alias Tembel dengan teman-temannya. Dimana kecelakaan yang terjadi sekitar pukul:18.30 Wib, itu dirinya sedang berkumpul bakar-bakar pisang yang kemudian mendengar suara benturan, dirinya dan teman-temannya bersama-sama keluar mencari asalnya suara tersebut.

Menurut Tembel cukup lama korban yang akan ditemukan, bahkan korban sampai dicarinya disemak-semak belakang pos kamling namun tidak ada. Barulah ketika Pak Ciput memberitahu jika dirinya dapati lampu motor diteras rumahnya, akhirnya dilakukan pencarian disekitaran rumah pak Ciput memakai lampu senter, kemudian korban kelihatan kakinya dan saat didekati ternyata korban sudah tidak bergerak dan hanya bersuara ngorok-ngorok.

“Waku itu, hujan bakar pisang sama teman-teman, lalu ada suara benturan langsung kita cari bersama-sama hingga kesemak-semak belakang pos, tapi tidak ada, ya cukup lama, mungkin sekitar 30 menit dari kejadian korban baru ketemu. Itupun bermula dari pak Ciput yang menemukan lampu motor di depan rumahnya, semua mencari dengan memakai lampu senter. tak lama kemudian terlihat kaki korban, setelah saya hampiri korban tertindih motornya dengan posisi sujud di dinding cor beton dan tidak bergerak dia cuma ngorok-ngorok,”Jlentrehnya.

Selain itu, Tembel juga mengatakan, korban ditemukan kondisi muka penuh darah dan luka dan harus dibersihkan. karena menurut Yuli ada gumpalan darah yang menyumbat hidung korban. Korban juga cukup lama tergeletak diteras karena nunggu bantuan mobil untuk ke Puskesmas karena turun hujan. Tembel mengatakan melihat luka korban dengan jelas, di bagian samping kepala bolong dan sobek hidung terus keluar darah.

“Korban sudah tidak bergerak, saya lihat luka bolong diatas telinga dan juga luka sobek, jelas saya terangin pakai senter kok. Korban ngorok-ngorok sempat saya bersihkan gumpalan darah di hidungnya, kondisi hujan kasian korban agak lama diteras nunggu bantuan mencari mobil untuk membawanya ke puskesmas,”Ujar Tembel saat menceritakan dikantor cabang Semeru Bratapos.com. Kamis, (09/07/20).

Jika dilihat dari kronologis TKP memang seakan tidak percaya, pasalnya dari jalan aspal terjun kelapangan bola voli, sekitar 10 meter, amblas kebawah lagi sekitar 5 meter. Belum lagi menghantam cor beton bangunan dan ditindih motornya. Mencari korban hampir setengah jam baru ketemu.

Apalagi jika mendengar ceritanya, bahwa korban sebelum berangkat kerja tujuan buruh memanen cengkeh ke Tempursari, anaknya menangis histeris tidak seperti biasanya. Hal itu mungkin sebuah isyarat atas kepergian ayahnya untuk selamanya. Namun apalah daya dalam kehidupan sudah pasti ada pertemuan juga ada perpisahan, dan mungkin sudah takdir bagi almarhum Narto (korban). Semoga saja amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, bagi keluarganya yang di tinggalkan semoga diberi kekuatan hati dan kesabaran.

Sehubungan dengan medan jalan menuju Kecamatan Tempursari sangatlah exstrim, jadi para pengendara yang melintas dijalur tersebut, agar lebih extra hati-hati lagi, karena selain jalan berliku dan naik turun, jalan juga penuh tikungan tajam dan terjal, sehingga jalan seperti Sirkuit moto GP favorit pembalap No 46 Valentino Rossi,”Pungkasnya.

Reporter: Tim

Editor: Marsel

Publisher: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA