oleh

UMAT ISLAM MENOLAK….!

SURABAYA , Bratapos.com – Umat islam dari penjuru jawa timur bergabung melakukan demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur(DPRD JATIM) Jln, Krembangan no.1 Surabaya pada hari selasa 07 Juli 2020.

Dalam aksinya para demonstran menuntut para dewan agar segera mencabut Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) ataw Pembinaan Ideologi Pancasala (PIP)
Dari Prolegnas karna RUU tersebut di khawatirkan akan mengubah tatanan dasar-dasar pancasila dan rentan akan kerukunan umat beragama.

Habib Haidar Al hamid selaku ketua komando aksi demo dan juga sbgai ketua FPI jawa timur dalam orasinya menyatakan secara jelas.
umat islam jawa timur menolak keras RUU HIP / PIP dan menuntut kepada penegak hukum untuk mengusut dan menangkap para inisiator RUU HIP/PIP tersebut.

Habib haidar menambahkan “Cabut RUU HIP /PIP jangan ada kata di tunda apa lagi ganti nama.”imbuhnya.

Aksi yg berlangsung damai tersebut di hadiri oleh sejumlah ormas-ormas islam dari wilayah jawa timur,mahasiswa dan juga pemuda pemudi islam yang ada di surabaya akibatnya jalanan di depan gedung DPRD provinsi jatim itu penuh dengan masa,meskipun demikian para demonstran tetap tertib dan mematuhi arahan petugas sehingga lalu lintas berjalan dengan lancar.

Dengan penuh kesabaran masa yg menunggu tanggapan dari sang kepala DPRD Jatim akhirnya membuahkan hasil. Pada jam 12:00 Sang perwakilan dari DPRD JATIM keluar dari kantor DPRD tersebut untk menenangkan dan memberikan sambutan kepada masa Demonstrasi.

Anwar sadad selaku perwakilan DPRD menyampaikan. “Alhamdulillah Kami punya kesamaan pandangan dengan kalian, bahwasanya Pancasila ini adalah Final, dan tak bisa di ubah ubah lagi. Oleh karna itu kami dengan kewenangan kontitional kami akan menyampaikan orasi kalian ini kepada DPR RI, smg perjuangan ini berhasil dengan baik.”

Mendengar kata sambutan dari perwakilan DPRD para demonstran riuh dengan takbir “Allahu Akbar” sebagai bentuk syukur dan rasa gembira karna orasi mereka di rasa tersampaikan. Akhirnya pada jam 13:00 wib masa berangsur-angsur membubarkan diri dengan tertib dan santun.

Reporter : Rudi
Editor publisher : Rizki Ardhio

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA