oleh

Gak Kuat Godaan Pungut Jatah Oknum Kadus Terancam Pidana 

SITUBONDO , Bratapos.com – Belum hengkang dari ingatan kita di pemberitaan salah satu media cetak soal dugaan ‘jatah menjatah’ disebuah SPBU di Situbondo, kembali kejadian serupa terjadi tapi yang ini bukan berkaitan dengan SPBU , namun berhubungan dengan BST program Kemensos RI.

Dugaan kuat Kepala Dusun (Kadus) Cottok, desa Kayu Mas, Kecamatan Arjasa kabupaten Situbondo,inisial S meminta jatah kepada penerima BST sebesar 600 ribu program kemensos, sontak beberapa orang penerima merasa keberatan serta mengadukannya perangkat desa, Kades serta ke LSM Siti Jenar pimpinan Eko Febrianto.
” Saya sangat menyesalkan perilaku tokoh masyarakat desa yang juga sebagai perangkat desa ini,” ujar Eko kepada awak media Senen (06/07/2020).

Eko, sapaan akrab Ketum Siti Jenar ini meminta, kejadian minta jatah yang dilakukan Kadus Cottok agar ditindak lanjuti karena program Dana BLT dari Kemensos ini jelas peruntukannya, tidak boleh ada pemotongan sepeserpun oleh siapapun.
” Nah kalau hal ini memang bisa kami buktikan maka mereka terancam pidana seumur hidup atau dipenjara paling singkat empat tahun, paling lama 20 tahun, juga denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 milliar, maka jangan coba coba bermain main dengan dana ini,” tegasnya.

Sementara Kades Kayu Mas Abdul Jalil membenarkan kejadian tersebut dari laporan warganya yang keberatan di”sunat” Kadus S.
” Padahal saya sudah mewanti wanti pada perangkat Desa tapi kenapa masih terjadi kejadian memalukan seperti ini,” ungkapnya.
Kisah berawal ketika 478 kk mendapat bantuan BST pada 6 Juni 2020 yang lalu. Modus yang dilakukannya setelah bantuan diserahkan di balai desa kemudian oknum tersebut mendatangi satu persatu penerima Bansos di dusun cottok dan memungut antar 50 sampai 100 ribu rupiah perorangnya.

Reporter : a free

Editor publisher : Selor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA