oleh

Aksi Damai dan 4 Pernyataan Sikap PDIP Se-Sulut, Usut Kasus Pembakaran Bendera Partai

MANADO, Bratapos.com– Sejumlah jajaran Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) PDI perjuangan se Sulawesi Utara, bersama fraksi PDI Perjuangan di DPRD serentak mendatangi Kantor Polisi, Senin (29/06/2020) siang lalu.

Mereka melaporkan sekaligus mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembakaran bendera partai pada unjuk rasa pekan lalu di Jakarta. Di Mapolda Sulawesi Utara, Frangki Donny Wongkar dan sejumlah anggota DPRD Sulut juga meminta dalam laporan ini agar mengusut kasus pembakaran bendera partai tersebut.

Sejumlah pimpinan PDIP Sulut mengatakan, bahwa bendera partai tersebut merupakan lambang yang harus di jaga, di tambahkan bahwa sejumlah pimpinan PDIP se Sulut mensupport pihak kepolisian di daerah Sulawesi Utara untuk bersama-sama Polri memproses ini.

Adapun 4 Pernyataan sikap sebagai berikut;

  1. Pembakaran bendera partai PDIP serta isu komunis yang di lontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDIP tapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintah Jokowi-KH. Ma’ruf Amin.
  2. Kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat di benarkan.
  3. Hal tersebut dimintakan pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera partai PDIP, serta menangkap kelompok- kelompok yang menyebarkan isu kebencian untuk memecah belah persatuan bangsa.
  4. Meminta kepada kepolisian untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari.
    Beberapa Aksi pelaporan kasus pembakaran bendera partai PDIP juga di lakukan di beberapa kabupaten kota di propinsi SULUT antara lain:
  • Kabupaten Kota Tomohon, ketua DPC PDIP Caroll Senduk mendatangi Mapolres Tomohon di terima Kapolres AKBP. Bambang Ashari Gatot.
  • Kabupaten Minahasa (Tondano) ketua DPC Robby Dondokambey memimpin aksi damai di Polres Minahasa menyuarakan tuntutan yang ditulis di spanduk di antaranya berbunyi; “saya bukan PKI, bukan HTI, saya PDI perjuangan”.
  • Kota Bitung, ketua DPC Mauritsantiri bersama para kader termasuk sekertaris Aldo Nova Ratungalo, serta ketua fraksi PDIP DPRD Bitung dan diterima oleh AKBP. FX. Wonardi Prabowo.
    -Kota Mobagu, ketua DPC Meiddy Makalalang turut aksi jajaran stuktural PDIP, diantaranya Nayodo Koerniawan, serta anggota fraksi di DPRD yakni Royke Kasenda, Haris Mongilong, dan Adrianus Mokoginta mendatangi Mapolres Kota Mobagu di terima oleh Kapolres Kota Mobagu AKBP. Prasetya Sejati.
  • Bolmong Timur, ketua DPC Medy Lensun mendatangi kantor kepolisian di terima oleh SPK kanit 111 Aipda. Ronny Sondak bersama personil. PDIP bukan partai komunis, PDIP adalah garis depan melawan keberadaan PKI sesuai sejarah bangsa indonesia.

(michael rusly/redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA