oleh

Data Penerima Penyaluran BLT-DD Beda, Desa Sentul Sumbersuko Diduga Ada Main

LUMAJANG, Bratapos.com- Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kabupaten Lumajang, sudah masuk tahap kedua. Namun untuk di Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko, sepertinya ada dugaan penyelewengan penyaluran BLT-DD. Pasalnya data penerima ditemukan perbedaan pada surat undangan tahap pertama dan kedua. Sabtu, (27/06/2020).

Hal tersebut diketahui setelah salah satu Warga Sumbersuko berinisial ‘STI’ (60), tepatnya Sabtu, 20 Juni 2020 mengaku jika dirinya tidak menerima bantuan ditahap pertama. Baru pada tahapan kedua dirinya menerima bantuan tunai atas terdampak covid-19 tersebut.

“Saya tidak menerima bantuan yang pertama, saya hanya menerima yang kedua, itupun saya baru tahu setelah saya mendengar jika ada pembagian langsung tunai, tapi setelah saya lihat disurat undangan itu tertera BLT kedua,”Terangnya. Sabtu, (20/6/2020).

Akan tetapi menurut Kepala Desa (Kades) Sentul, Subur ketika dihubungi oleh awak media mengatakan, bahwa dirinya berjanji akan melakukan klarifikasi. Namun apa yang dijanjikan tersebut sepertinya hanya tinggal janji saja, pasalnya ketika hendak ditemui wartawan untuk dikonfirmasi lagi Kades maupun perangkat Desa tersebut enggan menemuinya.

Ditempat yang terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lumajang, Nur Hayati, saat melakukan kunjungan kerja di Balai Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kamis, 25 Juni 2020 saat dikonfirmasi terkait adanya temuan tersebut pihaknya mengatakan, jika akan mengklarifikasi kepada pihak pemerintah Desa. Selain itu Komisi A akan memastikan kebenarannya informasi yang ia terima, jika ada warga yang hanya menerima bantuan di tahapan pertama saja.

“Jika itu benar saat nanti kita melakukan penyelidikan dan memang terbukti, maka kami selaku dari komisi A akan menindak tegas,”pungkasnya.

Reporter : Wawan

Editor : Yahya

Publisher: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA