9559 Views
oleh

Dampak Lingkungan Perusahaan PT Aquafarm Nusantara Menjadi PT Regal Spring Indonesia

Sumut, Bratapos.com – Saat ini, PT Aquafarm Nusantara adalah salah satu perusahaan pangan terbesar di Indonesia, menjadi bagian dari Regal Springs Group yang baru saja berganti kepemilikan. Regal Springs Group adalah perusahaan budi daya ikan berdaging putih terbesar di dunia dan merupakan produsen Tilapia berkualitas tinggi.

Selain mengoperasikan PT Aquafarm Nusantara di Indonesia, Regal Springs Group juga mengoperasikan Akuakultur yang bertanggung jawab di Honduras dan Meksiko yang menjual produknya ke pasar Asia, Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika Selatan.

Regal Springs Group menjual produk KAMI PEDULI Tilapia Alami yang Lebih Baik (Naturally Better Tilapia) berkualitas tinggi ke pasar Indonesia dengan merek Regal Springs Indonesia

Berikut rincian singkat tentang PT.RSI Dan Pelanggaran Yang Dilakukan Adalah ;

Nama Perusahaan : PT Regal Spring Indonesia ( PT. RSI )
Alamat Kantor : Desa Parapat Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara.

Lokasi KJA / Limbah :

  1. Desa Sirungkungon Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara,
  2. Desa Pangambatan Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara.
  3. Desa Lotung Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara,
  4. Desa Silombu Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara

Menurut dugaan Tindakan Hukum telah melanggar beberapa Peraturan :

  1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.
  3. Undang – Undang RI Nomor. 23 Tahun 1997 sebagaimana telah diubah menjadi Undang – Undang RI Nomor. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolan Lingkungan Hidup.

Adapun Kesimpulan Keramba Jaring Apung ( KJA ) tersebut sangat jelas telah menyebabkan pencemaran Danau Toba sebagaimana dinyatakan dalam Undang – Undang RI Nomor. 32 Tahun 2009, khususnya Pasal 1 angka 14 s/d 17, sebagai berikut:

  • Pasal 1, angka 14

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

  • Pasal 1, angka 15

Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup adalah ukuran batas perubahan sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup yang dapat ditenggang oleh lingkungan hidup untuk dapat tetap melestarikan fungsinya.

  • Pasal 1, angka 16

Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

  • Pasal 1, angka 17

Kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Paparan tersebut ditinjau langsung bersama Team Bratapos.com di lokasi Keramba Jaring Apung ( KJA ) disampaikan Dapot Purba (Kepala Biro Bratapos Siantar – Simalungun) yang juga sebagai Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Trisakti Provinsi Sumatera Utara. Dan Perusahaan tersebut atas nama PT. RSI Berkantor di Ajibata, ekspedisi Berjalan Lancar kurang Lebih 80 TON Dalam Perhari Dikali Rp. 20.000 PerKilo dengan Penghasilan Rp. 1.600.000.000 Perhari, Jika Dikalikan 26 Hari Kerja Rp. 41. 600.000.000.

Apakah masyarakat juga mengetahui putaran uang masuk dan keluar di daerah Ajibata tersebut ?
Pantauan Dugaan Terhadap Dinas Lingkungan Hidup UPT Toba dan UPT Samosir bahkan Dinas Lingkungan Provinsi An. Dr. Binsar Situmorang ( Kepala Dinas ) sudah menipu masyarakat melalui informasi hasil Lab dari Staff Ahli baku terhadap Pencemaran Air disekitar Danau Toba.

Reporter : Dapot

Publisher : Rahmat Arif