by

Oknum Satpol PP Kudus Diduga Melecehkan Profesi Wartawan dan LSM Berujung Dilaporkan ke Polisi

KUDUS, Bratapos.com – Oknum Satpol PP Kudus HS yang juga merupakan salah satu pemasok BPNT di Kabupaten Kudus di laporkan sejumlah LSM dan Jurnalis ke Polres Kudus.(5/6/2020)

Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik profesi jurnalistik dan LSM yang dimuat di salah satu media berita online Bemoe (Berita Moeria) yang melecehkan dan menghina profesi wartawan dan LSM.

Seperti yang dilansir dalam beritamoeria.com,HS mengatakan “Kita ini pengusaha yang harus berpikir dan bertindak selaku pengusaha. Bukan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang matanya merah, suka marah-marah dan wartawan yang juga tidak punya modal. Mereka itu sama sekali tidak punya power apa-apa”.(7/5)

Pernyataan tersebut menuai reaksi praktisi media dan LSM bukan hanya dari Kabupaten Kudus, tapi meluas sampai ke Karesidenan Pati, sehingga diadakan pertemuan koordinasi membahas hal tersebut dengan meminta klarifikasi kebenarannya kepada pihak Bemoe selaku media yang merilis berita dan meminta kepada HS untuk memberikan klarifikasi, namun tidak ditanggapi oleh HS.

Proses klarifikasi baru dilakukan HS di Kantor Satpol PP di dampingi oleh Kepala Satpol PP Djati Solehah pada Jum’at 5 Juni 2020 pukul 13.00 WIB, namun dalam proses klarifikasi tersebut menimbulkan protes dari LSM dan Wartawan, pasalnya HS mendatangkan puluhan orang gila binaannya untuk diikut sertakan dalam proses klarifikasi.

“Jangan eksploitasi warga binaan, mereka tidak ada kaitannya dengan kegiatan ini, mereka yang dipulangkan, atau kami yang pulang!”, tolak Sugiyanto salah satu wartawan yang hadir.

Proses klarifikasi pun berlanjut di kantor Satpol PP namun tidak ditemukan titik temu dan berakhir dengan pelaporan HS ke Kepolisian.

Sugiyanto selaku perwakilan wartawan mengatakan “Kami melaporkan HS karena menilai tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah”.

“Bahkan dalam proses klarifikasi HS mengatakan “Mas Sugiyanto bisa mengumpulkan anggota LSM dan Wartawan ditempat anda, saya juga bisa mendatangkan orang-orang yang saya bina” (keterbelakangan mental-red), kata HS.

Para anggota LSM dan Wartawan pun merasa bahwa pihaknya dilecehkan dengan menyamakan mendatangkan LSM dan Wartawan untuk koordinasi disamakan dengan pihak HS yang mendatangkan warga binaannya yang keterbelakangan mental.

“Dengan terpaksa kami melaporkan HS ke pihak yang berwajib agar menjadi perhatian dan pembelajaran HS untuk belajar ngajeni (menghormati-red) orang lain khususnya profesi wartawan dan LSM,” ujar Sugiyanto.

Laporan tersebut langsung diserahkan oleh perwakilan LSM dan Wartawan pada sore harinya untuk segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum di Polres Kudus.

Reporter: Sugiyanto/Faizin
Editor: Arta Publisher: Ariefin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

REKOMENDASI UNTUK ANDA