by

Kasus Tambak Udang Membara.!! “Ketua Komisi C DPRD Lumajang Ancam H.Amari

LUMAJANG, Bratapos.com- Munculnya kasus perusahaan tambak udang diDesa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, PT. Bumi Subur, yang di duga mengalami kerugian hingga Milyaran Rupiah, kali ini dari pihak-pihak terkait sepertinya saling mengambil tindakan.

Hal tersebut diketahui ketika waker tempat tambak udang bernama H. Amari yang mengatakan, bahwa dirinya dapat tekanan dari salah satu oknum bernama Trisno, selaku Ketua Komisi C di DPRD Kabupaten Lumajang atas nama Trisno, bahwasannya Amari harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami PT. Bumi Subur tersebut.

“Saya merasa tertekan dengan keadaan ini, karena pak Trisno mengatakan atas kerugian tambak sebesar Rp 7 Milyar dengan rincian, saya dan keluarga harus bertanggung jawab, dengan membayar Rp 4 Milyar. Sedangksn sisanya yang Rp. 3 Milyar ditanggung pihak management tambak dan karyawan,”Terang H. Amari Waker tambak. Selasa (02/06/2020).

Atas penekanan tersebut menurut H. Amari menceritakan, bahwa beberapa karyawan tambak udang juga menerima penekanan dengan dimintai sejumblah uang untuk penyelesaiaan di Mapolres Lumajang. Sedangkan dirinya mengakui sudah membayar kepada oknum Komisi C (Trisno), yang berupa sebidang tanah dan satu unit mobil Yaris milik adiknya.

“Para pekerja yang ikut ditekan Trisno, kalau gak salah membayar sekitar Rp 65 Juta an. Dan saya juga sudah membayar Rp 425 juta tambah Mobil Yaris dihargai Rp 75 juta oleh Trisno, saat itu menantu saya bernama Rofiq yang menyerahkan kepada Trisno langsung,”Terang H.Amari

Sedangkan Trisno seorang oknum Ketua Komisi C DPRD di Kabupaten Lumajang, saat dikonfirmasi dirinya juga mengakui, bahwa sudah menerima sejumblah uang dan aset milik H. Amari, bahkan Trisno juga menegaskan bahwa dirinya adalah penerima kuasa hukum Owner tambak udang PT. Bumi Subur, tepatnya di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun.

“Total yang sudah masuk kepada saya, keseluruhan Rp 1,5 Milyar, karena saya yang selama ini dimintai tolong korban, bahkan saya juga sudah diberinya surat kuasa,”UjarTrisno melalui via Handpone salularnya.

Lebih jauhnya Trisno mengatakan, selama ini dirinya tidak pernah merasa melakukan penekanan kepada H. Amari, bahkan dirinya menyatakan, bahwa semua yang dilakukan terhadap H.Amari hanya berniat membantu menyelesaikan permasalahannya yang terjadi. Merasa tidak terima dituduh menekan terkait pembayaran melalui titipan surat tanah milik H.Amari, Trisno mengatakan akan memperpanjang urusan tersebut.

“Tolong H. Amari itu ditanya dirinya itu mencuri ditambak atau tidak, justru saya yang mencarikan pinjaman uang atas sertifikat tanah yang dititipkan, kok jadi saya yang dipermasalahkan, lihat saja tak grebeg nanti,”Cetusnya dengan nada ancaman.

Sementara itu, dari perwakilan Owner perusahaan tambak PT.Bumi Subur yang bernama Hendra menyatakan, pihaknya membenarkan bahwa Trisno telah diberi surat kuasa olehnya, bahkan dirinya juga mengaku jika H.Amari itu menyelesaikan permasalahannya melalui Trisno dengan total sebesar Rp 1,5 Milyar.

“Betul, saya memberikan surat kuwasa kepada Trisno, dan terkait masalah itu sudah selesai kurang lebihnya jumlah total Rp.1,5 Milyar yang sudah diterima Trisno,”Pungkasnya.

Reporter: Team

Editor: Maria

Publisher: Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA