by

Tidak Mengindahkan Wabah Covid-19, Bisnis Bahan Pangan kulit Impor Melenggang Kangkung

Mojokerto,Bratapos.com-Seperti halnya kita tahu di Jawa timur,camilan krupuk rambak /kulit sapi yang sangat di gemari masyarakat Jawa timur.
Dengan begitu pelaku bisnis kulit sapi mentah garaman, dan kulit kering impor di Desa Mejeruh, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto diduga melanggar peraturan hukum.

Berdasarkan informasi dilapangan, F merupakan importir kulit mentah garaman yang tersohor di wilayahnya, selain itu kulit impor tersebut tidak ada perlakuan khusus, mengingat dunia tengah menghadapi wabah yang mematikan Covid-19, bahkan di perjual belikan menjadi bahan pangan seperti cecek, krecek, ataupun krupuk rambak.

Lebih lanjut, menurut M salah satu warga yang lewat saat itu, mengatakan,” Kulit itu kalau datang satu sampai 3 truk kountener mas, dan kalau gudangnya dibuka baunya amis busuk, selain itu, pembelinya juga banyak dari luar kota, hal ini sudah berlangsung lama, kami mau protes juga gak berani, karena centengnya yang mayoritas berambut cepak.” Terang M.

Masih M,” Bukan itu saja, mereka juga memasak untuk bahan pangan siap edar, masuk kepasar – pasar tradisional, dibalik produksi proses masaknya mereka menggunakan bahan kimia, untuk merontokkan bulu, juga pemutih agar tampak tidak gosong, dan dinetralisir dengan tawas, saya heran kok gak ada penindakan dari aparat hukum.” Jelasnya.

Terkait hal ini, patut diduga ada ikatan oknum yang ikut serta berkonspirasi dengan pihak – pihak terkait, seperti halnya pemeriksaan oleh Pabean Bea dan Cukai, serta bagian pemeriksa instalasi Karantina Produk Hewan (IKPH) di Badan Karantina Pertanian Jawa Timur”terangnya

Reporter : Can

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA