by

Serakah, PNS Dapatkan BST, Warga Gruduk Kelurahan Polagan

SAMPANG, BrataPos.com – Pendataan yang dilakukan Dinsos/Kelurahan Polagan tidak serius melakukan verifikasi dan validasi data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).
Terbukti, masih ada beberapa kesalahan diantaranya, ada beberapa warga berstatus PNS, yang tercatat sebagai penerima BST. Namun PKM yang memang layak untuk menerima tidak dapatkan bansos.

Sucipto salah satu warga RT 05 RW 05 yang memang layak menerima tidak dapatkan Bansos memaparkan, tentu saya kecewa mas, kenapa BST ini kesannya tebang pilih, saya tidak menerima Bansos apapun, ujarnya.

Asmad warga RT 05 RW 05 lainnya yang juga layak mendapatkan BST merasa dirinya kecewa karena di Kelurahan Polagan ini PNS (Pegawai Negri Sipil ) mendapatkan BST, apa gak kebalik mas, katanya, dengan kecewa. “Dan yang mendapatkan BST dalam satu RT ada 5 orang, namun di 3 antaranya PNS dan yang satu walaupun swasta mempunyai mobil, apakah semua layak menerima, ujarnya mempertanyakan,

Lurah Muhammad Rawi saat ditemui di kantor kelurahan memaparkan pada wartawan tercatat, ada sebanyak 442 keluarga penerima. Masing-masing menerima Rp600.000 yang akan dibagikan setiap bulan, selama tiga bulan ke depan, katanya. “Untuk pendataan tersebut saya kan baru menjabat, jadi masih belum mengetahui siapa saja yang mendapatkan dan yang tidak,” jelasnya Muhammad Rawi. Jumat (29/05/2020).

Yang mengetahui lurah yang lama, dan sepengetahuan saya, data tersebut kan dari RT diberikan ke kelurahan, dari kelurahan Kedinsos dan untuk penentuan layak tidaknya bukan kami namun Dinsos, katanya. “Rekap tidak menerima hanya sebatas undangan dari pihak kecamatan dan sebelumnya tidak ada sosialisasi, dadakan waktu pendataannya, katanya Lurah Polagan.

Setelah dari Kelurahan kami Wartawan temui ketua RT 05 RW 05 Hasan Basri penerangkan, saya dapatkan instruksi dari Lurah kalau mengumpulkan data yang ada di RT saya, tanpa memberitahukan ketentuan dan kriteria yang seperti apa, jadi semua KK yang ada dalam RT saya kasikan dan ajukan ke kelurahan, namun yang menerima hanya sebatas 5 orang, paparnya.

Kenapa di RT 05 hanya lima sedangkan RT lainnya banyak yang mendapatkan, warga sempat dikira saya yang bermain, yakni yang sesungguhnya saya sudah ajukan semua dan untuk menentukan siapa yang mendapatkan tentu bukan saya, dan yang membuat saya tercengang, kenapa di antara lima orang yang dapatkan BST ini hanya satu yang betul layak, ke-empatnya salah sasaran, karena tiga antaranya adalah PNS, jelasnya Hasan Basri ketua RT

Perlu diketahui dalam ketentuan yang di berlakukan oleh Pemerintah Daerah bahkan bila nanti terbukti penerima BST itu dipandang mampu atau sudah sejahtera maka Dana yang sudah masuk ke penerima dan tidak tepat sasaran perlu diinventarisasi, selanjutnya hasil inventarisasi akan dilaporkan Kemensos untuk tidak direalisasikan pada pencairan bulan berikutnya.

Reporter : Fara
Editor : Riyan
Publish : Jamal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA