by

Masjid Menara Kudus di Hebohkan Adanya Temuan Inkripsi Akibat Corona

Kudus, Bratapos.com – Dampak Corona bagi Masjid Menara Kudus Jawa Tengah terbilang unik, dibalik musibah ini ada sesuatu yang selama ini tidak diketahui masyarakat secara luas. Tentang inskripsi tahun penanda renovasi Masjid Menara Kudus yang ditemukan tergurat dilantai dekat soko papat penyangga masjid.

Hal ini ditemukan setelah pengelola masjid menggulung karpet sajadah yang selama ini menjadi alas bersujud. Sebagai upaya pencegahan virus Corona, namun sebetulnya langkah tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 16 Maret 2020 lalu.

Setelah karpet digulung banyak dari para jama’ah terpesona dengan keindahan keaslian masjid, yang selama ini tersimpan rapat oleh gelaran karpet sajadah yang menutupi.

Hamparan lantai teraso hijau dengan soko papat penyangga yang berdiri tegak membawa nuansa khas kemegahan arsitektur Jawa tempo dulu, membuat interior masjid semakin terlihat cantik dan antik.

Masjid yang dibangun oleh Kangjeng Sunan Kudus Sayyid Ja’far Shodiq asal Palestina ini, menjadi miniatur Yerusalem Van Java telah menyimpan banyak sejarah panjang penyebaran Islam di tanah Jawa sejak 956 Hijriyah dan menjadi ikon toleransi antar umat beragama di Nusantara.

Ada sekitar dua hingga tiga tanda atau tulisan yang ditemukan. Menurut Denny Nur Hakim Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), pihak yang selama ini mengelola masjid bersejarah tersebut menyebut tanda tersebut dengan istilah inskripsi. Inskripsi ditulis dengan huruf Arab dan satunya bertanda tahun masehi. “Sebenarnya inskripsi ini sudah lama diketahui dan kami akan berunding secara internal untuk pengkajian ini”, ujarnya.

Dalam inskripsi tersebut tertulis 14X53 M, serta 4ll73 H yang terletak di dekat soko penyangga masjid. “Denny menjelaskan kemungkinan besar artinya adalah waktu atau tanggal Masjid Menara Kudus sempat direnovasi atau tepatnya ditinggikan. Sementara kalau dicocokkan dengan kalender masehi menunjuk pada 12 Oktober 1953 atau bertepatan dengan hari Senin Wage, sedangkan inskripsi 4II73H jika dibaca mungkin adalah 4 Shafar 1373 Hijriyah”, terangnya.

Denny juga menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mempermanenkan peniadaan karpet sajadah, untuk menonjolkan sisi historis yang selama ini belum terbuka. “Jika nanti akhirnya dipermanenkan, maka mungkin hanya ada satu atau dua saf saja. Upaya pemolesan lantai akan dilakukan dengan menyediakan alat khusus. “Nanti kami siapkan alat pembersih lantai sehingga bisa mengkilap lagi”. Tutup Denny.

Reporter: Faizin
Editor : Arta
Publisher: Ariefin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA