by

Penyaluran Dana BPNT Dari Dinsos Kabupaten Kudus, Ditemukan Busuk

Kudus, Bratapos.com – Sejumlah tempat distribusi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) E -warung wilayah Kudus, didatangi oleh Satgas Saberpungli Dana Covid-19 GN-PK Kudus. Hasilnya sungguh ironi, pasalnya ditemukan bahan makanan busuk, seperti kacang dan buah manggis busuk tidak layak pangan diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Komandan Satgas, Moh Sugiyanto mengatakan bahwa pihaknya sengaja mendatangi tempat distribusi BPNT E-warung karena banyaknya laporan masyarakat. “Kami mendapat laporan dari masyarakat, bahwa Bantuan Pangan Non Tunai dari pemerintah bermasalah, oleh karena itu sebagai Satgas Saberpungli Dana Covid-19 kami berkewajiban mendampingi masyarakat. Agar tidak ada yang bermain ditengah musibah ini, dengan menerjunkan seluruh anggota kami di setiap Kecamatan sebagai kontrol pelaksanaan kebijakan,” kata Sugiyanto saat terjun langsung memimpin anggotanya, (22/5/2020).

Dia dan anggotanya melakukan investigasi lapangan di tiga tempat berbeda, yaitu Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, Desa Jepang Kecamatan Mejobo, dan Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu. “Fakta lapangan menunjukkan bahwa ada mark up harga, timbangan yang tidak sesuai, dan kualitas bahan makanan yang buruk”. Terang Sugiyanto.

Menurut pengakuan Maryamah (43 th) warga penerima bantuan yang bertempat tingal di Desa Jati Wetan 4/3 Kecamatan Jati Kudus saat ditanya Tim Satgas Saberpungli Covid-19 GN-PK Kudus di tempat pendistribusian bantuan E-warung Jati Wetan mengatakan kalau dirinya mendapat bantuan Rp. 400.000,- untuk dua kali pengambilan. Disinggung mengenai harga dan kualitas bahan, Maryamah menjawab ” kalau masalah harga ini kemahalan mas, harga bawang merah seperempat kilo disini empat belas ribu, padahal saya baru beli enam ribu barangnya tidak seperti ini campur besar kecil, harga apel setengah kilo sepuluh ribu padahal kalau di pasar depan pabrik dapat sekilo, “jawab Maryamah.

Satgas Saberpungli Dana Covid-19 Kudus yang bertugas saat itu Mbarsidi Ilyas dan Ali Imron juga meminta kepada Maryamah untuk mencoba membuka bingkisan plastik yang berisi buah Manggis yang ternyata isinya busuk semua. Peristiwa itu juga dialami Sulaemah (45 th) ibu rumah tangga RT 2/1 Jati Wetan di tempat yang sama, mengeluhkan bahwa bantuan bahan makanan berupa kacang brol sudah keluar jamur kalau bungkusnya dibuka berdebu, kacang hijau sudah bau apek, buah manggis juga sudah busuk, bawang merahnya kecil – kecil basah tidak kering dan mahal”, keluh Sulaemah.

Kejadian tersebut juga disaksikan langsung oleh pemilik E-warung, kholil Jati Wetan Rt/Rw: 7/2 dan langsung memberikan keterangan. Bahwa dirinya selaku pemilik E-warung hanya sebagai distributor saja dan tidak punya kewenangan. Untuk mematok harga atau menentukan jenis dan kualitas barang. ” Saya apa adanya hanya menjalankan barang dari supplier”, ujar kholil.

Sementara itu Sugiyanto selaku Komandan Satgas Saberpungli Dana Covid-19 GN-PK Kudus, berharap agar para pihak jangan bermain di atas penderitaan orang, karena ini musibah, dan terlebih perbuatan memberikan bahan makanan busuk dapat membahayakan kesehatan dan tidak manusiawi, pihaknya juga akan menindaklanjuti hasil temuan ini ke GN-PK Pusat agar dijadikan rekomendasi ke Pemerintah Pusat untuk memperbaiki teknis pelaksanaan kebijakan, serta kepada pihak-pihak oknum yang bermain akan ditindaklanjuti ke jalur hukum. Karena ini sudah keterlaluan menjadikan musibah sebagai lahan keuntungan.

Reporter: Iponk/Sugiyanto/Faizin
Editor: Arta Publisher: Arifin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA