by

Diduga Ada Mafia Tanah Di BPN Batang

BATANG , BrataPos.com – Pembangunan jalan tol Batang Semarang sudah selesai dan sudah beroperasi hampir 1 tahun. Namun bukan berarti semua permasalahan yang terkait juga sudah rampung. Persoalan pembayaran ganti rugi lahan ternyata belum seluruhnya kelar.

Salah satu kasus yang mencuat adalah pembayaran ganti rugi tanah seluas kurang lebih 5.000 M2 yang merupakan sebagian dari tanah Persil Nomer 85 blok 35 beserta bangunan rumah milik warga sebanyak 5 unit dan tanaman yang ada di atasnya. Tanah tersebut adalah tanah kas Desa Sawangan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Menurut keterangan dari Tamsir selaku ketua tim 16 yang diberi kuasa oleh warga Dusun Rowo Kiyong, saat ditemui di rumahnya, Jum’at (22/5/2020), mengatakan bahwa ganti rugi yang belum terealisasi adalah pembayaran ganti rugi tahap 2 sebesar Rp. 1,927 Milyar.

Tamsir juga menyampaikan, terkait dengan belum terealisasinya pembayaran ganti rugi tahap 2 tersebut, dirinya bersama warga yang terdampak dengan didampingi oleh Ali Khafidz selaku Kepala Desa Sawangan, pada hari Selasa tanggal 7 April 2020, sudah meminta penjelasan dari ATR/BPN Batang.

” Saat itu, kita juga menunjukkan bukti-bukti yang sah bahwa tanah Persil Nomer 85 blok 35 tersebut adalah milik kas Desa Sawangan. Namun Sugiarto dari Seksi Penyelesaian Sengketa ATR/BPN Batang, bersikukuh bahwa belum dibayarkannya ganti rugi tahap 2 dikarenakan tanah tersebut digugat oleh ahli waris Mardjojo Djamin “, kata Tamsir.

Perjanjian jual beli antara Suyamto dan Sukamto selaku kuasa ahli waris Mardjojo Djamin sebagai penjual dengan Nurhadi sebagai pembeli.

Tamsir melanjutkan bahwa pertemuan dengan ATR/BPN Batang, tidak berjalan sesuai harapan dan pihak ATR/ BPN justru memberikan kesempatan selama 14 hari kerja kepada pihak penggugat untuk mengajukan gugatan lagi dengan bukti-bukti baru. Dimana pihak ATR/BPN Batang menetapkan jika dalam waktu 14 hari kerja pihak penggugat tidak mengajukan gugatan, maka ketetapan tersebut batal demi hukum dan pembayaran ganti rugi bisa segera dilakukan.

” Namun faktanya hingga saat ini belum ada realisasi pembayaran ganti tahap 2 seperti yang disampaikan oleh Sugiarto “, ucap Tamsir dengan nada tinggi.

Sementara itu, Saryadi wakil ketua tim 16, menyampaikan bahwa sebenarnya pembayaran ganti rugi tahap 1 berjalan tanpa ada hambatan, padahal tanah tersebut juga berada di lokasi yang sama.
” Pada tahap 1, tanah yang terdampak jalan tol seluas 5,4 hektar dengan nilai ganti rugi sebesar Rp. 15,3 Milyar “, papar Saryadi.

Untuk proses pembayaran ganti rugi tahap 2, Saryadi mengatakan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari PT Jalan Tol Semarang Batang juga sudah menerbitkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) pada tanggal 3 Maret 2020, dimana nilai ganti ruginya sebesar Rp. 1,927 Milyar.

Saryadi menambahkan, dalam situasi belum adanya kesepakatan kapan akan dilakukan pembayaran ganti rugi tahap 2 atas tanah kas Desa Sawangan dengan Persil No.85 di blok 35, ternyata Suyamto dan Sukamto yang diberi kuasa oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris Mardjoyo Djamin, telah menjual tanah dimaksud kepada Nurhadi. Selanjutnya oleh Nurhadi tanah tersebut dijual dengan cara dipecah-pecah menjadi 60 kavling.

” Saya tidak habis pikir, mengapa jual beli itu dapat terjadi, padahal kami sudah menunjukkan bukti-bukti berupa Surat Putusan Mahkamah Agung RI No.2675K/PDT/2003, Pengadilan Tinggi Jawa Tengah No.09/PDT/1969, Pengadilan Negeri Pekalongan, Pengadilan Negeri Batang No. 03/Pdt.G.1200/PNBT tanggal 1 Oktober 2001 dan C 1 Desa yang menerangkan tanah dengan Persil No. 85 Blok 35 adalah milik kas Desa Sawangan “, kata Saryadi.

Terjadinya jual beli tanah kas Persil No. 85 DII Blok 35 Desa Sawangan, Saryadi menduga ada oknum ATR/BPN Batang yang “kongkalikong” dengan Suyamto dan Sukamto.

Saryadi menegaskan berdasarkan surat dari Sukamto dan Suyamto selaku Kuasa dari Ahli waris Mardjojo Djamin Kepada Kepala Kantor BPN Batang tanggal 23 April 2020, dimana dalam surat tersebut menerangkan bahwa bidang tanah No C 167 A Blok 33 Persil 85 DIll, yang terletak di Dusun Rowokiyong Desa Sawangan Kecamatan Gringsing adalah bukan tanah Kas Desa tetapi tanah milik Alm Mardjojo Djamin – Paini.

Terkait hal itu, Saryadi dengan tegas menyatakan bahwa bidang tanah No. C 167 A Blok 33 Persil 85 DIll, berdasarkan dokumen dari Departemen Keuangan RI Ditjen Pajak Inspeksi Iuran Pembangunan Daerah (IPEDA) Tegal tanggal 9 Desember 1987, tanah dimaksud tidak ada di Dusun Rowokiyong.

” Jadi klaim dan gugatan dari ahli waris atas tanah kas Desa Sawangan Persil No.85 DII blok 35, salah alamat “, terang Saryadi.

Reporter : ADP

Editor / publisher : zai

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA