oleh

Desa Hili Zihono: Pelantikan Aparat Desa Dinilai Batal Demi Hukum

Nias Selatan,Bratapos.com- Pelantikan Perangkat Desa baru Desa Hilizihono Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan oleh Kepala Desa Sonituhoi Sihura menuai protes keras dari masyarakat desa Hilizihono. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Masyarakat Hilizihono pro Kepala Desa (Sonituhoi Sihura), BPD, Pendamping Desa, Bhabinkamtibnas Kecamatan Fanayama dan beberapa awak media hari Sabtu 16/05/2020.

Pasalnya disaat pelantikan sedang berlangsung, salah seorang warga Hilizihono bernama Warisan Nehe meminta izin kepada protokoler dan Bhabinkamtibmas untuk mempertanyakan kejelasan dan dasar pelantikan yang dimaksud kepada kepala Desa, namun tidak diindahkan hingga sampai memicu keributan karena suara-suara sumbang di halaman desa yang pro dan kontrak.

Pantauan Bratapos Sumbagut dilokasi, situasi sempat memanas namun karena bertepatan datangnya Tim Polres Nias Selatan kurang lebih 20 (Dua Puluh) personil yang mendapatkan pemberitahuan melalui surat yang diterima maka situasi yang sempat memanas kembali kondusif. Tim polres Nias Selatan Brigadir G. SINAGA yang sempat dilokasi mengatakan bahwa “bila pengangkatan dan pelantikan ini tidak sesuai dengan aturan maka sesuai dengan hasil mediasi kita (polres) kepada Kepala Desa, beliau siap mempertanggung jawabkan sesuai aturan yang berlaku” terang anggota polisi bernama Sinaga tersebut.

Beberapa warga desa Hilizihönö merasa kesal dengan keputusan yang di ambil oleh Pemdes (Pemerintah Desa) karena tidak sesuai mekanisme dan regulasi yang ada berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri 67 Tahun 2017 perubahan dari Permendagri 83 Tahun 2015 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian aparat desa. Kepala Desa Sonituhoi Sihura tidak mematuhi aturan tersebut bahkan tidak menghiraukan keputusan yang diambil oleh Camat. Camat Fanayama Arifman Wau, sangat kesal bahkan kaget mendengar informasi pelantikan itu. “saya kesal dengan Kepala Desa Hilizihono dimana beberapa hari yang lalu kita sudah menindak lanjuti suratnya dengan Nomor : 40 /563/ FNY/ V/ 2020, tentang permintaan klarifikasi. Dimana pada surat saudara Kepala Desa Hilizihono Nomor: 140/68/18.2011/IV/2020 tentang Permohonan persetujuan rekomendasi pengangkatan perangkat desa sangat tidak sesuai dengan proses pembaringan yang dipampangkan.

Daftar dipampangkan sebanyak 10 orang, yang diajukan panitia 16 orang sementara yang diajukan Kepala Desa sebanyak 20 orang, jadi hal ini sangat tidak sesuai makanya kita suratin kepala Desa Hilizihono untuk melakukan klarifikasi secara lisan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Dalam surat itu ditekankan bahwa sepanjang kepala desa Hilizihono belum melaksanakan itu maka diperintahkan untuk tidak menerbitkan SK(Surat Keputusan) menjadi perangkat desa, “tegas Camat. “Mendengar infomasi ini saya selaku Camat Fanayama akan sesegera mungkin memanggil saudara Kepala Desa Hilizihono karena hari ini berketepatan kantor libur”.tutup Camat Arifman Wau

Reporter : sit duha

Publisher : Fahmi Handrianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Hal yg sama juga telah terjadi Di Desa Lawa Lawa Luo Idanotae, Kec. Ulu Idanotae, Kab. Nias Selatan. Saat Pelantikan Parades Baru Masyarakat sempat memberi tanggapan. Namun Kades, Sekdes, Ketua BPD tidak menghiraukan dan Menyarankan Klo ada yg merasa dirugikan silahkan tanya di pihak Kecamatan atau Kabipaten

  2. Kami sudah menyampaikan tanggapan melalui surat laporan kepada Camat, DPMD, Inspektur Kab, Kabag Hukum Kab. Sampai saat ini blm ada jawaban

REKOMENDASI UNTUK ANDA