by

Perjuangan Krista Dalam Arisan Online Untuk Keadilan

Labuhanbatu, Bratapos – Seorang ibu rumah tangga bernama Krista aprianty sundari hasibuan Telah melaporkan juliana dan kawan kawan (DKK) Berdasarkan LP/203/IV/Yan 2.4/2019/SU/RES-LBH, tertanggal 12 april 2019.tentang penipuan dan atau penggelapan.

Informasi Yang dihimpun Team Bratapos Krista aprianty sundari hasibuan menjelaskan, terjadi ini bermula ketika korban membuat arisan online bernama BORHAS (boruHasibuan) perjalanan Arisan ini dimulai pada bulan Mai tahun 2019 dan mempunyai anggota arisan tujuh puluh delapan (78) orang dan seiring berjalannya arisan ini ada 15 orang berinisial (ayu frully agatha sigalingging) (juliana), (dian frastiana) (pestaria situngkir) , (rini siti kamalia harahap) , (herlinawati marbun) (siska meliana manurung) , (lamhot rita ida hutabarat) , (dameria br tanggang) (desi ramawati) , (Nilu komang ayu suwandani), (novita sari hasibuan) , (ayunda elmira avisena siregar) , (mardelina samosir) , (afrida hanum manik) yang bermasalah dengan pembayaran arisan yang tidak membayarkan kewajibannya. Ujarnya krista

Krista juga menambahkan berdasar Surat hasil pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP),
Bahwa para member /peserta arisan online yang dilaporkan tersebut sudah menjadi tersangka, namun salah satu tersangka berinisial Nilu komang ayu Suwandani melakukan gugatan dipengadilan negeri Rantau Prapat pada bulan maret tahun 2020.

Harapan korban Krista aprianty sundari hasibuan para tersangka segera diadili dipengadilan negeri Rantau Prapat. Ungkapnya krista

Menurut Ria Aritonang, SH & partner selaku pengacara korban bahwa gugatan tersebut tidak mempengaruhi pidananya,
Keadilan harus ditegakkan, dan Setiap perbuatan para tersangka harus mendapat ganjaran yang setimpal. Tegasnya

Reporter : Team Bratapos Labuhanbatu

Publisher : Rahmat Arif

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA