34 Views
oleh

Nyaris Adu Jotos Saat Muskel BLT, Ini Kata Lurah Ardirejo

SITUBONDO, BrataPos.com – Musyawarah Kelurahan (Muskel) Kelurahan Ardirejo Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Jawa Timur nyaris terjadi adu fisik beberapa peserta Muskel penetapan penerima BLT dampak covid 19 di aula pertemuan kantor kelurahan Ardirejo.

Keputusan pemerintah pusat tanggap dan bergerak cepat dengan mengeluarkan kebijakan memberikan BLT nampak belum sepenuhnya berjalan mulus dan lancar terutama ditingkat RT sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan warga miskin terdampak covid 19.

Kepala Kelurahan Ardirejo Roky Syahbana ditemui Bratapos dikantornya terkait hasil Muskel Senen (04/05/2020) membenarkan insiden yang tak mengenakan tersebut sehingga musyawarah sempat diskorsing beberapa saat.

Berawal dari ada yang meminta penjelasan Juknis dari Pemerintah Daerah, salah satu RT, RT 04 pak Anton yang mempertanyakan juknis tentang penerimaan BLT dari pemerintah yang kemudian ditimpali peserta Muskel yang lain,” kisah Roky.

“Setahu saya dari 38 daerah kota di Jatim ini saya belum melihat ada Kepala Daerah, Wali Kota maupun Bupati mengeluarkan juknis terkait penyaluran BLT warga perkotaan dalam artian dari menteri Dalam negeri terus kebawah blum ada aturan tekhnis terkait penyaluran BLT,” sambung Roky.

Namun Roky menambahkan Peraturan menteri Dalam Negeri no 20 Pemda wajib menganggarkan terkait pencegahan covid 19 maka itu acuan kita tetapi acuan teknis BLT belum ada.

Roky menambahkan, kelurahan Ardirejo dapat 71 juta, ada 14 RT jadi kue yang didapat dibagi 14 RT. “Tidak ada jatah tetapi 71 itu kita bagi, mana yang lebih banyak warga miskinnya dan mana yang lebih banyak warganya itu nantinya yang akan mendapatkan bagian lebih banyak, aku Roky.

Peserta Muskel yang lain Usman Efendi ketua RT 01 RW 03 menyayangkan tidak jelasnya juknis serta penjatahan 5 orang ditiap RT karena akan menjadi masalah serius.

“Kalau hanya 5 orang yang dapat kan yang lain “anganga” (melongo-pen) mas, kan saya disuruh “kotem” (tinju-pen) sama warga,” ujar Fendi campur logat maduranya yang kental.

Fendi menegaskan masih ingin berembuk dengan warga dan tomas bagaimana jalan keluarnya karena gaungnya inikan buat semua yang terdampak covid 19.

Diminta komentarnya terkait insiden Muskel ketua RT 04 Anton Prayitno enggan berkomentar lebih jauh, dirinya menyayangkan penjelasan lurah Ardirejo mengenai tidak adanya juknis penyaluran BLT dari pemerintah.

“Sangat disayangkan kenapa Lurah menyampaikan soal belum adanya Juknis BLT pada Muskel tersebut, apalagi malamnya ternyata dishare disalah satu group WA, Juknis Pendataan dan Penyaluran dana BLT berkop Pemkab Situbondo,” ujar Anton enggan berkomentar lebih jauh.

Reporter/Editor : a free

Bablish : Jamal