45 Views
oleh

Masyarakat Masih Banyak Belum Sadar Arti Pelaksanaan PSBB

MAKASSAR, Bratapos.com– Kompol Andriani Lilikay  Kapolsek Bontoala mengatakan, sejak di berlakukannya PSBB pada tanggal 24 April 2020 kami sudah melakukan himbauan kepada masyarakat di dalam mengawal Perwali.

“Kalau di wilayah Bontoala ini dalam penerapan PSBB, kami melihat masyarakat masih banyak yang belum menyadari apa arti dari pada pelaksanaan PSBB”, ungkapnya.

Kompol Andriani Lilikay melanjutkan, bahwa rata-rata masyarakat belum menyadari di dalam aturan-aturan pelaksanaan PSBB dan contoh yang paling nampak yang sering kita temui masih banyaknya masyarakat yang keluar rumah, kemudian walaupun mereka tidak terlalu penting juga tidak menggunakan masker.

Termasuk pada malam hari, masih banyak masyarakat berkumpul-kumpul mereka masih beroperasi sampai batas yang di atur dalam PSBB ini.

Bagaimana dengan Perwali (Peraturan Walikota) itu, rumah makan atau pun toko-toko yang di atur Perwali yang menjual bahan pokok aturannya yang dapat beroperasi mulai dari Jam 07.00 pagi sampai 21.00 malam, dan di dalam pelaksanaan kita selalu mengawal dan dalam hal ini ada Satgas terpadu terdiri dari Koramil, Polsek, Satpol PP.

Jadi semuanya bersinergi dalam pelaksanaan PSBB, seperti yang kita ketahui bersama dengan adanya wabah penyakit menular yang paling tren pada saat ini.

Alhamdulillah untuk balapan liar selama di terapkan PSBB dan hari kedua di berlakukannya PSBB hingga saat ini, menurun namun memang banyak terjadi balapan liar tapi di luar wilayah Bontoala, tetapi kalau mereka sudah di halau dari luar wilayah Bontoala pasti mereka masuk pada wilayah Bontoala.

Sementara, sebelum mereka melaksanakan kegiatannya di Jalan Bandang yang mana di ketahui bahwa Jalan Bandang itu jadi Aikon di Bontoala sebagai ajang balapan liar tetapi kita tidak memberi mereka kesempatan untuk masuk ke wilayah Bontoala, kita sudah halau mulai dari Jalan Veteran utamanya pada perempatan mesjid Raya, kita sudah halau jadi mereka akhirnya lari terpencar dan putar balik.

Kita tidak terlalu banyak menuntut masyarakat, yang paling penting itu jika masyarakat ingin Covid-19 ini berakhir, maka kita minta kepada masyarakat supaya mematuhi himbauan serta masyarakat harus disiplin, di butuhkan dukungan dari masyarakat untuk bersama-sama melawan covid-19, contohnya kalau di sampaikan tidak boleh keluar rumah kalau tidak ada hal yang mendesak sebaiknya di rumah saja, karena di harapkan agar supaya memutus mata rantai dari penyebaran covid-19 ini.

Kita juga tidak tahu apakah dia yang menularkan ataukah kita yang menularkan, tetapi coba kita menaati apa yang menjadi himbauan dari pemerintah termasuk yang menjadi maklumat dari Kapolri.

Saya harap bahwa Covid-19 ini segera dapat berlalu sehingga kita dapat melakukan aktivitas yang normal seperti biasanya.

Tidak di kejar-kejar dengan aturan yang biasanya di jalankan secara normal, tetapi sekarang itu kita harus jaga jarak walaupun kita bersama keluarga harus tetap menjaga jarak supaya dapat normal kembali dan menjalankan kehidupan seperti kemarin-kemarin sebelum adanya wadah Covid-19 ini.

(paul/redaksi)