by

DI MOHON TIPIKOR POLRES LABUHAN BATU USUT TUNTAS SIPANDUK VISI DAN MISI DISDIK LABUSEL

LABUSEL , Bratapos.com – Kepala sekolah diKabupaten Labuhanbatu Selatan merasa resah akibat adanya dugaan pungutan yang tidak jelas oleh sejumlah oknum di Dinas pendidikan kabupaten Labuhanbatu Selatan,  sehingga hal ini duga setiap sekolah yang berada di kabupaten labuhan batu selatan, mulai jenjang sekolah Dasar (SD) sampai dengan jenjang sekolah menengah tingkat pertama (SMP), harus menutupi anggaran papan spanduk visi dan misi tersebut yang terindikasi dilakukan oleh oknum Disdik Kabupaten Labuhanbatu Selatan , tentunya dalam hal ini tidak terlepas dari anggaran dana pembiayaan yang menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Salah seorang kepala sekolah di lingkungan  kordinator wilayah (korwil) kota pinang dan silangkitang dan Torgamba sesuai dari hasil konfirmasi bersama awak media , senin 2/4/2020 melalui telpon selulernya membenarkan adanya program tentang Dana papan visi dan misi Dinas Pendidikan kabupaten Labuhanbatu Selatan. 

Kami kurang mengetahui tentang program  visi dan misi spanduk tersebut , namun  yang jelasnya di papan terlihat ada foto kepala Dinas pendidikan kabupaten Labuhanbatu Selatan , saya lihat ada yang memasang di sekolah, saat ditanya berapa pagu anggaran yang harus dibayar oleh pihak sekolah,, kepala sekolah,,kami harus membayar  Rp 400.000 hingga Rp. 600.000 untuk satu buah  papan visi dan misi tersebut paparnya. 

Sementara itu kepala Dinas (Kadis) Pendidikan kabupaten Labuhanbatu Selatan , Sutan A.Harahap. S.tp.MM, saat dikonfirmasi melalui laman whatApp nya, ” beliau membantah bahwa program Papan Visi dan Misi spanduk  disekolah sekolah, program tersebut bukan dari Dinas Pendidikan kabupaten Labuhanbatu Selatan. Jelas nya. 

Lalu beliau, (Kadis),”mengatakan,” 
Abang tanya aja kepada kepala sekolah yang sudah memberikan keterangan itu , mereka yang mengetahui tentang program tersebut karna mereka sendiri yang mengelola melalui keuangan sekolah, saya tidak mengetahui sama sekali terhadap program yang dimaksud,” cetus Sutan. 

Ketua Aliansi Komunikasi Wartawan Labusel, Porkot Pulungan angkat bicara, “
Saya sangat menyayangkan terhadap program ini dan tidak logika pengakuaan nya bahwa jelas foto Kadis pendidikan labusel ada di sepanduk tersebut papar porkot pulungan, begitu besar anggaran yang terbebani oleh pihak sekolah, sesuai dari kroscek yang dipantau dibeberapa sekolah, hanya baliho dengan ukuran 1 × 120 meter,  sementara pihak sekolah harus menebus pembayaran yang berpariasi mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 600.000 melalui keterangan dari sember yang dapat dipercaya imbusnya. 

Hal ini sungguh sangat mencekik leher bagi kepala sekolah, artinya karna ini merupakan program seakan akan dipaksakan sehingga mau tidak mau harus diterima, dan harus mereka jalani, hal ini akan mencoreng dunia pendidikan khusus nya di labuhan batu selatan kami memohon kepada pihak penegak hukum, Tindak pidana korupsi polres labuhan batu agar dapat memanggil sekaligus memeriksa Disdik Labusel terkaid adanya dugaan pungli dengan dalil program papan visi dan misi di sekolah tk SD dan SMP. (P.pulungan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA