oleh

Antisipasi Virus Corona,Warga di Manggarai Timur-NTT Gelar Upacara Adat “Oke Ata Da,atn”

Last updated : Senin, 06 Apr 2020, 17:17 WIB

Borong, Bratapos.com– Warga Kampung Watu DesaGolowuas Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur-NTT, sangat patuh terhadap adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.

Salah satu warisan budaya yang masih mereka laksanakan adalah upacara adat Oke Ata Da’atn.

Oke berarti, membuang, Ata berarti segala sesuatu, dan Da’atn berarti buruk.
Oke Ata Da’atn berarti membuang segala sesuatu yang buruk.

Ketika Korban jiwa terus berjatuhan akibat penyebaran Virus Corona, mereka menggelar acara adat ini agar terhindar dari infeksi virus yang mematikan.

“Kami laksanakan upacara adat ini karena penyebaran virus Corona ini sudah meluas dan kami takut bila kami terinfeksi Virus ini”, kata Viktor Dagus selaku Ketua Teno (Ketua Adat) Kampung Watu kepada Bratapos.com Senin, 06 April 2020.

Menurut Viktor Upacara Adat Oke Ata Da’at ini dilakukan pada hari Minggu, 05 April 2020 bertempat di Kampung Watu dan dilaksanakan oleh Tua Teno dan perwakilan dari setiap suku berjumlah delapan orang.

Upacara adat ini dimulai dengan pemberian sesajian berupa Telur dan Rokok di Naga Beo (Roh penjaga kampung) yang terletak di ujung Utara dan di bagian Selatan kampung.

Pemberian sesajian ini dilakukan oleh Tu’a Teno bersama beberapa tokoh adat lainnya pada sebuah batu yang berfungsi sebagai Naga Beo atau roh penjaga Kampung.

Pemberian sesajian ini dimaksudkan untuk mengundang roh penjaga kampung agar bersama-sama dengan Tua Teno berarak menuju Natas (Halaman) kampung tempat acara Oke Ata Da’atn digelar.

“Yang pertama kami mengundang Naga Beo untuk bersama-sama dengan kami mengikuti acara ini”, kata Viktor Dagus,
Selanjutnya acara Oke Ata Da,at digelar di Natas Beo (Halaman perkampungan).

Lebih lanjut Viktor mengatakan, dalam melaksanakan acara ini, Tua Teno bersama delapan orang utusan dari berbagai suku yang mendiami Kampung Watu menggelar ritual adat Oke Ata Da,atn.

“Dalam menggelar ritual adat ini hanya kami sembilan orang yang hadir, warga lain tetap di dalam rumah”, kata Viktor Dagus.

Menurut Viktor, dalam Ritual adat Oke Ata Da’atn ini terdapat tiga poin penting yang mereka laksanakan.
Pertama, mereka menyampaikan kepada leluhur Ndekok Kaeng Beo (segala perbuatan yang buruk yang dilakukan oleh warga kampung selama hidup bersama dan memohon ampun kepada leluhur agar tidak memberikan karma atas perbuatan itu).

Kedua, mereka memohon kepada leluhur agar melindungi seluruh warga kampung dari segala penyakit yang dapat mengganggu kehidupan warga kampung.

Ketiga, mereka memohon kepada leluhur agar melindungi segenap warga kampung yang sedang menempuh pendidikan dan juga bagi warga kampung yang berada di perantauan agar terhindar dari segala bentuk penyakit terlebih khusus penyakit Corona yang setiap hari terus mengakibatkan korban jiwa.

Untuk menguatkan permohonan ini seekor Ayam Jantan dijadikan sebagai kurban persembahan kepada leluhur. Selain melaksanakan upacara adat Oke Ata Da’at warga Kampung Watu juga meracik obat herbal yang terbuat dari temulawak dan kunyit untuk menjaga daya tahan tubuh tetap stabil.

“Selain upacara adat kami juga minum obat herbal dari kunyit dan temulawak untuk menjaga daya tahan tubuh”, kata Viktor Dagus.

(gabriel angur/redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA