by

Visum 2016 Ulah Syekh Puji Tidak Bisa Jadi Bukti Menurut Ahli Pidana

SEMARANG, BrataPos.com – 2 April 2020
Terkait dengan hasil visum korban D yang yang diduga menjadi korban kejahatan pencabulan dan kekerasan sexual Syeh Puji di tahun 2016 yang pada saat itu korban masih berusia 7 tahun, Prof. Dr. H. Mahmutarom HR. S.H., M.H., Guru Besar dan Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, berpendapat bahwa hasil Visum bisa diakui dan bisa dijadikan alat bukti, ketika jarak terjadinya suatu perkara dengan pelaksanaan Visum tidak terlalu lama.

“Kalau kejadiannya sudah tahun 2016, ya tentunya sudah tidak valit lagi karena tanda – tanda kekerasan sudah tidak ada lagi, sehingga sudah tidak bisa lagi dijadikan alat bukti hukum, apalagi saat itu korban masih berusia 7 tahun,” tegas Prof Mahmutarom.

Pendapat hukum tersebut disampaikan kepada Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) Provinsi Jawa Tengah, Endar Susilo disela kesibukannya, usai dimintai pendapat hukum tentang hasil visum terhadap korban D, yang telah sampaikan oleh Humas Polda Jateng ke beberapa media.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA