oleh

Padamkan Api Selamatkan Warga, Koptu Santoso Wafat Di RS Saiful Anwar Malang

-Terbaru-465 views

PROBOLINGGO, Bratapos.com- Terjadinya kebakaran pom mini yang disertai ledakan keras hingga dua kali dibeberapa hari yang lalu di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menyisakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo.

Pasalnya dalam insiden tersebut, salah satu prajurit terbaiknya keluarga Kodim 0820/ Probolinggo, harus ikut menyusul jadi korban dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, saat pihaknya menolong warga saat insiden kebakaran tersebut. Senin (30/03/2020).

Dalam perjuangannya Kopral Satu (Koptu) Santosa, harus meninggal dunia akibat luka bakar saat membantu memadamkan kobaran sijago merah dilokasi kejadian di beberapa hari yang lalu.

Kabar kepergian Koptu Santoso untuk selamanya, sangat begitu cepat tersebar seperti halnya artis kalangan papan atas, hal tersebut karena tindakan dirinya yang sudah melebihi tugas yang diembannya, yaitu dalam membantu kesulitan Rakyat disekitarnya, seperti mengatasi musibah kebakaran kali ini.

Selain itu, Letkol Inf. Imam Wibowo,
selaku Dandim 0820/Probolinggo saat di konfirmasi oleh beberapa awak media melalui via Handpone salularnya, bahwa pihaknya mengatakan benar adanya berita tersebut.

Sebelum meninggal dunia, Koptu Santoso sempat menjalani perawatan selama 9 hari di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, dirinya harus dirawat akibat luka
bakar yang ia deritanya, dan kemudian pada hari Sabtu, 28 Maret 2020, sekitar Pukul: 08.00 Wib, dirinya meninggal dunia.

“Kami atas nama keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo merasa kehilangan atas kepergian anggota kami, almarhum Koptu Santoso, dimana dirinya meninggal di rumah sakit setelah berjuang dengan 45% luka bakar yang di derita pada bagian tubuhnya,”Tuturnya.

Masih menurut Dandim Letkol Inf. Imam Wibowo, pihaknya menjelaskan, bahwa almarhum Koptu Santoso dikebumikan di tempat kelahirannya, yaitu di kota Kediri, sesuai permintaan dari keluarganya di Dusun. Puncu, Desa Puncu, Kabupaten Kediri.

“Sesuai permintaan keluarganya, bahwa Jenazahnya minta dimakamkan di tanah kelahirannya, yakni di Dusun.Puncu, Desa. Puncu, kota kediri,”Terang Letkol Inf. Imam Wibowo, melalui via telepon.

soal kejadian tersebut,
sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak berwajib, mengenai kronologi dan tersangkanya, Komandan Kodim 0820/Probolinggo enggan berkomentar, dengan diplomatis Letkol Inf. Imam Wibowo mengatakan, biar mereka bekerja dengan profesional tanpa tekanan dari pihak manapun juga tegasnya kepada awak media,”Pungkasnya. (Shelor).

Reporter/Publiser: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA