oleh

Diduga Oknum Perangkat Desa Wonoayu Pungli Kepengurusan Nikah Warganya

Last updated: Senin, 30 Maret 2020, 17:31 WIB

Sidoarjo,bratapos.com-Di jaman milenial sekarang ini masih saja ada oknum pungli kepengurusan pengajuan nikah, seakan – akan menjadi momok di Desa Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Yang seharusnya oknum perangkat desa ini mengarahkan kepengurusan bukan menjadi calo (makelar).

Berdasarkan keluhan warga Desa Wonoayu, bapak yang berinisial Ay merasa sebagai korban, waktu menikahkan putrinya beberapa waktu yang lalu, bercerita.

“Saya kemarin itu (waktu mengurus nikah) bertemu T perangkat desa (mudin), diberi tahu kalau mengurus nikah di KUA bayarnya Rp.950 ribu dan 24 bingkisan makanan untuk komsumsi pegawai KUA, sedangkan kalau menikah di rumah di kenakan Rp.850 ribu dan 2 bingkisan makanan, untuk perangkat desa dan penghulu, .” ujarnya.

Selisih sedikit dengan pengakuan perangkat Desa Wonoayu di kantornya, saya tidak pernah melakukan itu hingga sebesar yang di maksud, paling – paling saya hanya meminta 700-800, itu kalau mereka mau, lebih lagi meminta komsumsi, saya tidak pernah,” terang Toufik selaku perangkat desa (mudin).

Terpisah, pada tanggal 30/03/2020 Zaibi Susanto,SH.MH selaku sekjen lembaga LP-KPK (Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah & Keadilan ) Jawa timur dihubungi melalui telpon seluler angkat bicara,” Padahal sudah jelas – jelas, ada pada peraturan adminitrasi nikah di KUA biaya Rp-0, seperti yang diatur Kemenag sesuai yang diatur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2014 tentang tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan pajak yang berlaku pada Kemenag, pasangan yang menikah di KUA digratiskan Rp 0, sedangkan bagi yang menikah di luar kantor KUA, sesuai PP tersebut di bebani biaya pencatatan nikah Rp. 600 ribu di bayarkan ke Kas Negara, bukan lewat oknum – oknum itu, hal seperti ini wajib kita laporkan,” jelasnya..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA