by

Klarifikasi Modin To Atas Pengurusan Tanah Ibu Rusmiatun

Bojonegoro, bratapos.com – Pada hari Jum’at (27/03) sekira jam setengah 2 siang, bertempat di rumah Kepala Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dilakukan mediasi secara kekeluargaan antara Rusmiatun (selaku pemberi kuasa pengurusan tanah miliknya) dengan Sugianto/Modin To (selaku penerima kuasa pengurusan tanah milik Rusmiatun). Mediasi ini diinisiasi oleh Kepala Desa Temayang setelah muncul pemberitaan tentang pengurusan tanah milik Rusmiatun, dengan disaksikan oleh wartawan bratapos.com dan beberapa anggota ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Temayang.

Dalam mediasi yang berlangsung secara kekeluargaan itu bertujuan mencari titik temu permasalahan serta mencoba mencari jalan tengah agar pengurusan tanah tersebut tidak berlarut-larut dan bisa segera selesai, karena pembeli tanah milik Rusmiatun belum berani melunasi sebelum sertifikat itu jadi, sebagaimana yang disampaikan oleh Rusmiatun kepada bratapos.com.

Setelah melalui diskusi yang agak panjang akhirnya ditemukan titik permasalahannya, yaitu adanya misinformasi, dimana saat bratapos.com konfirmasi di rumah Modin To, saat itu Modin To menyampaikan berkas sudah lengkap semua, sementara pada hari Selasa (24/03) bratapos.com yang mencoba konfirmasi ke BPN Bojonegoro, disampaikan bahwa masih ada kekurangan satu berkas yang belum lengkap dan masih dibawa Modin To.

Sebenarnya pada hari Senin (23/03) Modin To bermaksud menyerahkan kekurangan berkas tersebut ke BPN, namun karena saat itu sebelum masuk ke BPN suhu badannya panas mencapai 37 derajat, sehingga pihak BPN melarang Modin To untuk masuk dan Modin To akhirnya pulang, dan kekurangan berkas tersebut baru dimasukkan ke loket BPN pada hari Jum’at pagi (27/03) sekira pukul 8 pagi.

Dengan sudah dilengkapinya berkas bernomor 85581/2018 tersebut, Modin To berharap sudah tidak ada lagi miskomunikasi antara dirinya selaku penerima kuasa dan Rusmiatun selaku pemberi kuasa, dan mohon kesabaran dari pihak pemberi kuasa untuk menunggu jadinya sertifikat tersebut, karena dirinya hanya menguruskan/membantu pengurusan dan bukan dalam kapasitas petugas atau pembuat kebijakan.

Reporter : Wisnu

Publisher : Goen

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA