by

HOM INDUSTRI IKAN BERFORMALIN DIAMANKAN SAT RESKRIM POLRES PASURUAN KOTA

Pasuruan , Bratapost.com -Keberhasilan Sat Reskrim polres Pasuruan kota telah mengamankan dua tersangka pemasok ikan asin berformalin
Ayub Robit bin Zuhdi (51) dan
Suwandi bin Triyono (50) Kamis ,05/03/2020

Penangkapan tersebut dilakukan pada hari Rabu , Tanggal 25 Pebruari 2020 sekira pukul, 18.00 wib di Jalan Raya Desa Rowogempol  Kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan.

Dalam penggrebekan tersebut telah mengamankan pemilik pengelolah ikan asin yang sudah di formalin  bernama Ayub Robit bin Zuhdi  (51) warga Dusun Padekan  Rt.01 Rw. 05 Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dan Suwandi bin Triyono ( 50 ) penjual formalin alamat gang Puspo Mulyo no.20 Rt.02 Rw.08
Kelurahan Ronggo Mulyo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban.

Kapolres Pasuruan kota AKBP Dony Alexander S.I.K.,M.H. Dalam pernyataanya kepada media Bratapost.com  Penggerebekan ini kami lakukan berdasarkan dari laporan masyarakat yang resah adanya ikan Asin berformalin  sedangkan Total barang bukti ikan asin tersebut  berjumlah  101 kardus, dalam setiap kardusnya 25 Kilo gram Totalnya sekitar 2,5 ton

Dari hasil penyidikan, diketahui pelaku telah menjalankan bisnisnya sudah  berjalan 4 tahun sedangkan dalam pemasaranya ikan asin tersebut
Cukup luas mulai Kabupaten Tuban  Kabupaten Pasuruan Kota Solo dan Jokjakarta  terbilang cukup luas

Dalam pemasaranya tersangka sengaja menyuplai ikan asin  berformalin tersebut  di pasar-pasar tradisional,” ungkapnya.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 136 huruf b atau Pasal 140 UU RI No. 18 tahun 2012, tentang pangan dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 10 Miliar.

“Kita jeratkan pasal tambahan untuk tersangka Ayub, dengan Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat 1 (a) UU RI No. 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen. Ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2 Miliar,” pungkasnya

Terkait bahan yang digunakan, pelaku mendapatkannya dari Suwandi (50), asal gang Puspo Mulyo, Kelurahan Ronggo Mulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

“Saya hanya disuruh Pak Ayub. Saya tahu kalau itu formalin untuk mengawetkan ikan asin,” kata Suwandi.

Di depan polisi, Ayub mengaku jika penggunaan formalin di ikan asin dilakukan saat waktu cuaca hujan atau tidak ada panas.

“Biar keringnya stabil dan tidak berulat. Teksturnya juga bagus,” kata Ayub.

Ia menjelaskan, dalam 2 ton ikan bilas segar dibutuhkan 0,5 kilogram cairan formalin.

“Per kilonya ikan asin ini ya dijual dengan harga umum. Biasanya Rp 8.500 per kilogram,” ujarnya.

Barang bukti yang sudah diamankan oleh polres Pasuruan kota 1(satu) unit Truk
Jenis Diesel No Pol N-9076-WE
Warna kuning , 101 kardus ikan
biles kering dengan berat 25 Kilo gram. 1 (satu) kaleng besi warna ungu silver terdapat tulisan ” propan” 1 (satu) jurigen
Warna putih yang sudah dipotong dengan gagang yang terbuat dari bambu.

Reporter : Jia

Editor / publisher : zai

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA