by

Jember Kidul Berduka, Debit Air Sungai Meningkat, 9 Ruko Ambruk Ke Sungai

JEMBER, BrataPos.com – Meratanya cuaca musim penghujan di wilayah Jawa timur, mengakibatkan berbagai tempat diwilayah daerah terkena dampak, seperti longsor, banjir, banyak pohon tumbang, dan korban tersambar petir, bahkan derasnya hujan yang disertai petir sangat extrim tersebut telah mengguyur hampir merata diwilayah Jawa timur, khususnya Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, bahkan Kabupaten Jember.

Extrimnya deras hujan yang disertai petir dalam beberapa hari ini, mengakibatkan berbagai dampak diwilayah daerah, seperti yang terjadi di Kabupaten Lumajang, pada Minggu, 01 Maret 2020, dimana dua orang jadi korban sambaran petir di areal ladang persawahan tepatnya di Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang,

Sedangkan kali ini, tepatnya pada Senin, 02 Maret 2020, derasnya hujan dengan intensitas yang sedang tinggi di beberapa wilayah daerah Kabupaten Jember, telah menyebabkan debit air Sungai Kalijompo naik, hingga mengakibatkan amblasnya badan jalan dan 9 ruko pertokoan jompo di kompleks jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, ambruk ke sungai.

Ambruknya bangunan yang memiliki panjang kurang lebih 50 meter tersebut, sekitar pukul:04.00 Wib, sedangkan bentuk bangunan yang dibuat tahun 1975 tersebut selain kondisinya memang menggantung ke sungai, retakan tanah juga di ketahui sejak Februari 2019 lalu, belum lagi cuaca exstrim yang melanda Kabupaten Jember, dan seringnya hujan di daerah hulu Sungai Kalijompo juga memperparah retakan hingga mengakibatkan longsornya tanah hingga ambruknya bangunan.

Dampak dari kejadian tersebut, 9 petak ruko rusak berat (ambruk total), tanah sepanjang ± 94 m dan lebar ± 10 m telah mengalami retak, dan penurunan tanah jalan sepanjang ± 43 m dan lebar ± 10 m, longsornya tanah hingga menutup aliran sungai, dan dinding dari penahan sungai juga terkikis.

Sedangkan untuk korban jiwa nihil, namun atas kejadian tersebut, membuat warga terganggu, karena jaringan pipa PDAM jadi terputus, dan jaringan PLN juga jaringan Telkom terputus, selain itu yang menjadi kedala disaat penanganan lokasi adalah banyaknya warga yang melihat di lokasi kejadian, sehingga menghambat proses penanganan, dan juga membuat jalur arus lalu-lintas menjadi macet.

Selain itu pihak Dinas PU Binamarga dan juga dari SDA, segera melakukan upaya penanganan di lokasi dengan mengeruk tanah dan mengangkat bahan material bangunan ruko yang menghalangi arus sungai, sedangkan para korban pemilik toko, menyelamatkan barang-barangnya yang masih tersisa di dalam toko, dengan di bantu oleh lintas sektor.

Guna menghidari terjadinya bencana serupa, semua pihak intansi terkait telah menghimbau agar warga yang huniannya berada di pinggiran sungai lebih supaya waspada, mengingat cuaca yang kurang mendukung sewaktu-waktu bisa terjadi kejadian serupa, karena debit air sungai bisa meningkat,”Pungkasnya.

Reporter : Shelor
Editor/Publish : Jamal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA