by

Bawa Keranda Mayat Dan Batu Nisan, Massa Datangi Pemkab Probolinggo, Ada Apaa…!!?

Sedangkan kedatangan ribuan massa ke kantor Pemkab Probolinggo, tujuannya tak lain hanya ingin meminta pertanggung Jawaban terhadap Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari, SE., dengan catatan atas peringkat ke- 4 sebagai daerah termiskin sejawa timur.

Selain itu, ribuan massa yang mendatangi Pemkab dengan membawa keranda mayat dan batu nisan tersebut, tak lain hanyalah sebagai simbol matinya akan kebebasan Pers dan LSM dalam tugasnya di lapangan.

Dalam orasinya, Bupati LSM Lira Samsudin, SH., yang di dampingi pembina LSM Lira Syarful Anam, meminta Bupati Probolinggo keluar dari ruangan kerjanya guna menemui para pendemo, menunggu jawaban secara langsung dari Bupati Probolinggo dari dua opsi yang diajukan, opsi pertama tentang kebebasan Pers yang telah diatur oleh undang-undang dan Keterbukaan publik untuk LSM sebagai kontrol sosial, sedangkan opsi yang kedua ialah, bagaimana tanggung jawab seorang Bupati Probolinggo, tentang peringkat ke-4 termiskin se-Jawa timur.

Sementara itu, menurut Bupati LSM Lira Bangkalan, saat dirinya berorasi ditengah tengah ribuan massa menyampaikan, apabila tuntutannya tidak digubris maka masa akan kembali dengan aksi yang lebih besar lagi.

“Jika Pemkab tidak segera memenuhi opsi yang kami ajukan, maka LSM Lira Se-Jatim akan kembali datangi (Pemkab) Probolinggo, dengan aksi massa yang lebih besar lagi,”Tegasnya.

Mengingat Bupati Probolinggo tidak mau keluar untuk menemui para aksi, akhirnya perwakilan dari para aksi di perkenankan masuk kekantor Pemkab probolinggo.

Namun di dalam kantor Pemkab kericuhan kembali terjadi, karena pihak Pemkab tidak bersedia untuk menemui para pendemo, dengan di beri waktu 5 menit oleh pihak Pemkab untuk menunggu, maka selama itu dipergunakan untuk tahlil dan sholawat bersama di dalam kantor Pemkab oleh para aksi.

Dari hasil audensi Bupati LSM Lira Samsudin mengatakan, “Atas tuntutan kepada oknum inspektorat yang mengusir wartawan dan LSM di Kecamatan Kota Anyar, tepatnya Selasa (25/2/2020), rencananya akan diajukan juga ke Bupati Probolinggo.

Sedangkan Kapolres Probolinggo, AKBP. Ferdy Irawab Saragi, SIK, MSi.,mengatakan siap untuk menyampaikan kepada Bupati Probolinggo.

“Kita menunggu kabar hasil dari dua opsi penting yang kita ajukan, Keterbukaan dan informasi Publik yang tidak transparan dari pemerintah Kabupaten Probolinggo, menjadi alasan yang sangat rasional jika Kabupaten Probolinggo dalam urutan ke-4 kabupaten termiskin se- Jawa timur, “Pungkasnya.

Reporter : Shelor (Kacab Semeru)
Editor/Publish : Jamal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA