oleh

Oprasi Gabungan “KKYD”, Ciptakan Suasana Aman Dan Kondusif

“Apabila temukan pelanggaran, baik pengemudi maupun dari pengendara yang tidak membawa STNK atau SIM dan surat penting lainnya, agar di tahan sementara guna pemeriksaan lebih lanjut, dalam razia bukan hanya dari kepolisian, anggota SKD juga harus ikut memeriksa jika dinilai ada kecurigaan bagi pengendara, dan kegiatan ini di dampingi oleh beberapa wartawan yang siap memantau dan meliput disetiap adanya kejadian, tak lupa juga buat semua anggota SKD, saya ucapkan terimakasih banyak atas ke ikut sertaan melaksanakan Operasi gabungan ini, semua itu sangat membantu pihak kepolisian,” tambahnya.

Sedangkan arahan yang disampaikan Iptu. Hariyanto, SH. MH., pihaknya mengatakan, oprasi gabungan tersebut dilakukan, selain mengantisipasi akan terjadinya kejahatan, juga menyikapi terdengarnya kabar bahwa ada penyelundupan Narkotika.

Sehubungan dengan adanya kabar penyelundupan barang jenis Narkotika dari Bali yang transit di Lumajang, kemudian di bagi-bagikan di beberapa wilayah, seperti Tempursari, Pronojiwo, dan Malang, maka kegiatan oprasi gabungan ini akan saya rutinkan.

“Saya sudah koordinasi dengan yang memberikan kabar, jadi kita tinggal nunggu kapan rejekinya bisa menangkap maupun mengungkap jaringan tersebut, maka dari itu, jadi anggota itu harus peka, menjadi Polisi harus selalu ingin tau, jika ada mobil masuk ke kampung sekiranya kita tidak mengenalnya, apalagi dengan Nopol jauh patut kita curigai,” katanya.

“Karena barang yang di pasok dari Bali bukan lagi ukuran ons, melainkan sudah hitungan kilo, karena penyelundupan barang dari luar paling banyak ke Bali, dan kebanyakan dari Malaysia dan Hongkong, saya dapat informasi ini, langsung dari orang yang pernah di pidana masalah Narkotika, sedangkan Narkotika jenis ganja condongnya kepada pelajar, seperti yang pernah terungkap di Pronojiwo dan Tempursari, maka dari itu, mari segera kita brantas bersama maraknya peredaran Narkoba, “Tegas Kapolsek Tempursari.

Selama kegiatan oprasi KKYD berlangsung Anggota tidak menemukan barang-barang yang membahayakan, maupun terlarang, seperti sajam, miras, senpi rakitan, Milo, maupun Narkoba, dan selama kegiatan mulai hingga selesai berjalan lancar, aman dan terkendali,”Pungkasnya. (Shelor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA