by

Belum Ada Bukti Penculikan Anak, Polres Sumenep Sayangkan Surat Edaran Disdik

Sumenep, Bratapos.com – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur sangat menyayangkan langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap upaya penculikan Anak.

Surat edaran tersebut justru akan berpotensi membuat wali murid resah lantaran seolah-seolah isu penculikan benar adanya, padahal belum ada temuan peristiwa tersebut di Kabupaten Sumenep.

“Kami sudah konfirmasi langsung ke Disdik, apa yang melatarbelakangi mengeluarkan imbauan itu. Ternyata surat itu mengacu pada kasus penculikan yang terjadi daerah lain,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Kamis (20/2/2020).

Disdik tidak seharusnya terburu-buru mengeluarkan surat edaran. Sebab, surat edaran yang diniatkan untuk kewaspadaan juatru bisa menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

“Kecuali misalnya sudah ada satu laporan polisi, baru kita bisa mengatakan menghimbau kepada orang tua supaya mengawasi anaknya. Kalau belum terjadi, berarti nanti meresahkan,” paparnya.

Masyarakat tidak perlu panik dengan isu penculikan yang tengah marak pada saat ini. Tetapi, tidak untuk dibuatkan imbauan yang sifatnya justru tambah meresahkan.

“Saya hanya berpesan supaya jangan meresahkan wali murid, padahal tidak ada kejadian di Sumenep kok dibuat imbauan,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada lembaga pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di kabupaten Sumenep.

Surat Edaran (SE) tersebut dikeluarkan perihal kewaspadaan terhadap upaya penculikan Anak dengan nomor 421/260/435.101.1/2020 yang ditandatangani Kepala Disdik, Carto, tertanggal 19 Februari 2020.

“Surat edaran itu sifatnya sebagai imbauan atas maraknya isu penculikan anak. Mudah-mudahan bisa mengingatkan kita semua agar lebih waspada,” kata Carto dalam surat edarannya, Rabu (19/2/2020).

Dalam surat tersebut disampaikan agar semua pihak terkait melakukan beberapa langkah untuk mencegah terjadinya upaya penculikan anak, khususnya anak usia sekolah.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan penculikan peserta didik dengan cara memastikan yang mengantar dan menjemput anak ke sekolah adalah orang tua atau keluarga yang sudah dikenal oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Harapan dia, jika yang menjemput anak tersebut bukan orang yang dikenal oleh pihak sekolah, maka anak itu harus tetap di sekolah dan kepala sekolah harus menghubungi keluarga siswa dimaksud agar dijemput.

“Pihak sekolah juga harus membatasi anak-anak keluar dari lingkungan sekolah saat jam istirahat. Untuk itu, kantin sekolah perlu menyediakan makanan dan minuman bagi siswa, yang sehat dan higienis,” paparnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA