by

Polemik Keberadaan Timbangan Tebu Liar

SITUBONDO, Bratapos.com – Timbangan tebu liar alias tidak resmi saat ini marak di wilayah kerja PG Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sudah beberapa tahun ini timbangan liar beroperasi dan menimbulkan polemik. Timbangan liar permanen yang awalnya hanya satu yang berlokasi di Desa Pesanggerahan, Kecamatan Jangkar, kini bertambah satu lagi di Desa Palangan, Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo.

Selain itu ada juga timbangan liar yang tidak menetap alias tidak permanen. Disaat sudah mulai waktunya panen tebu di Wilayah kerja PG Asembagus, banyak timbangan liar dadakan bermunculan. Timbangan-timbangan itu dipergunakan untuk menimbang tebu petani yang di jual ke pengepul dari luar daerah.

Beberapa tahun lalu gabungan syarikat pekerja pabrik gula se Kabupaten Situbondo (PG Asembagus, PG Panji, PG Olean dan PG Wringin Anom) pernah mengadakan aksi demo terhadap keberadaan timbangan liar itu. Namun aksi demo tinggallah aksi demo, timbangan liar tetap jalan terus.

Koordinator Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, H. ABD Rahman, SH, MH membenarkan keberadaan timbangan tebu liar itu. Menurutnya dari sekian timbangan liar itu, hanya sebagian yang mengantongi izin usaha. Selebihnya timbangan tersebut illegal, sebab tidak mengantongi izin.

” Timbangan itu ada yang mengantongi izin, tapi ada juga yang tidak. Kita sudah menanyakan itu, kami siap untuk melakukan penertiban, di Pemkab Situbondo ada Satpol PP. Tapi yang jelas kami membutuhkan informasi dari PG Asembagus, mana timbangan yang legal, mana yang illegal, mana yang abal-abal dan siapa yang dirugikan, “Katanya beberapa waktu lalu.

Namun yang terjadi selama ini terkesan tidak ada proteksi dari Pemerintah daerah terkait persoalan timbangan tebu liar itu. Menanggapi hal itu H. ABD Rahman mengatakan, selama ini pihak PG Asembagus belum memberikan data valid terkait timbangan liar itu. Jika ada data valid maka pihaknya tidak segan untuk memerintahkan Pemkab Situbondo untuk melakukan operasi penertiban terhadap timbangan tebu liar.

” Bilamana perlu kita bisa bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk ikut menyelesaikan persoalan timbangan liar ini. Pihak PG Asembagus kami harapkan kerjasamanya pro aktif kepada kami, “terangnya.

Menurut H. ABD Rahman yang terjadi akan maraknya timbangan liar selama ini karena adanya hukum pasar. Jika harga beli pemilik timbangan itu lebih tinggi dari PG Asembagus, maka terjadilah hukum pasar, tidak bisa dielakkan.

” Kalau kajian kita, sekarang justru keberadaan timbangan liar itu dirasakan cukup menguntungkan bagi petani tebu. Sebab harga beli tebu petani dari pengusaha yang punya timbangan itu diatas harga PG Asembagus, “ujarnya.

Diakhir perbincangan politikus asal PPP ini mengatakan akan lebih bijak agar persoalan timbangan liar tebu itu cepat selesai adalah pihak PG Asembagus harus menaikkan harga beli tebu petani.

” Kalau itu bisa dilaksanakan oleh PG Asembagus, saya yakin persoalan timbangan liar akan segera selesai. Menurut kajian sementara tidak sulit, orang lain saja bisa kenapa PG Asembagus tidak bisa. Kalau penertiban itu bisa saja, tapi selama ini tidak ada laporan dari petani kalau dirugikan atas keberadaan timbangan liar itu, “pungkasnya.

Reporter : Yat

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA